Suasana di istana negara menjadi ramai, saat kedatangan tamu luar negeri yang sangat terkenal. Terlihat senyum senang bapak presiden yudhoyono saat mengangkat Trofi Piala Dunia 2010, hari senin kemarin.
Disusul dengan wartawan istana yang bergantian foto bareng trofi piala dunia. Namun, sayangnya trofi itu Cuma mampir.
Miris saat melihat kondisi itu disandingkan dengan kondisi Dunia Sepakbola di Indonesia. Saat orang lain ramai membahas strategi bertanding untuk memenangkan piala dunia, Indonesia pun ikut ramai membahas “keributan apa yang harus ada” di pertandingan nanti, lempar botol, batu, rubuhin pagar, atau bawa pentungan buat mukul sporter lawan ?
Bosan rasanya lihat pertandingan sepakbola Indonesia, dugaan saya sih, pendukung (sporter) team yang ada punya prinsip bersama, yaitu “Gak ada Keributan, Gak Rame”. Rusuh antara Viking vs Bonek, the Jack vs Viking, the Jack vs Bonek, dan seterusnya. Entah menang, ataupun kalah, tetep aja Ribut. Melihat kejadian ini, jadi inget lagu fenomenal punya alm. Mbah Surip. Kalo gak salah, bunyinya kayak gini :
Menang lagi, ribut lagi
Menang lagi, ribut lagi
Menaaaaaaaaangggg, Ribut lagi …
Ha ha ha ha ha … ha ha ha ha …
Terserah apa kata orang, pepatah mengatakan “Kucing Mengeong, Kafilah Berlalu“.
Maju terus Sepakbola Indonesia, Lain Kali, Trofi itu Harus Tinggal dan Menetap di Indonesia, gak Cuma Mampir!
Dinda Agus Triyana, 26 Januari 2010




