Moka, moka moka.. minuman favorit, temen bergadang malam hari. Kopi moka, si coklat manis, hangat dalam secangkir mug coklat. Serpihan kopi, nampak jelas menempel di dinding gelasnya. Seakan disana begitu ramai.
Secangkir moka, satu, dua dan tiga tetesnya meluncur deras di tenggorokanku. Bangunkan bola mata yang hampir tertutup, gerakkan jemari tangan yang sudah melemas.
Cangkir kedua moka, masih hangat dan berwarna coklat. Rasanya tetep nikmat, seakan tak hentinya terasa lezat.Cangkir ketiga moka saat dini hari. Tak terasa, hari yang dikatakan esok waktu kemarin, sekarang sudah bisa dikatakan ‘hari’ ini. Tapi tetep, walaupun dingin merayap dalam sum sum tulang ujung jari kaki, mata lapuk karena lelah, cairan coklat ini, selalu terasa hangat dan nikmat, yummy.
Sayang,…tak terasa cangkir terakhir telah kosong. Hanya serpihan coklat yang tersisa. The last moka, itulah namanya.
Tapi tetep, masih terasa hangat… dan nikmat.. -celoteh
Pingback: Cangkir Kami Menghangat Hari Ini « gubuknya itaita