Pagi hari aku duduk sendirian di teras rumah, memandangi langit yang masih gelap tanpa gemerlip genit bintang. Hari ini begitu sepi, hanya belaian lembut angin pagi dan riuhnya jangkrik kesiangan menemani. Sambil menyeruput kopi hangat disertai sebungkus donat, cukup untuk mengganjal perut sampai tukang bubur siap kudatangi.
Saat menikmati pagi hari yang sunyi, tiba-tiba terdengar sebuah tangisan. Suara tangisan yang baru ditelingaku. Aku ikuti arah suara tangisan itu berasal, pelan langkah kecil kuambil. Ternyata suara itu berasal dari kamarku.
Berjuta tanya merasuk dalam dada, siapa gerangan yang menangis itu, padahal dirumah hanya ada aku sendiri. Hantukah? Ah, masa siang hari ada hantu. Mungkin hantu kesiangan atau bunyi paduan suara kecoa-kecoa dikolong ranjang. Atau, jangan-jangan semalem ada seorang gadis yang turun dari langit, trus masuk dikamarku, hehe…
Tak mau banyak spekulasi, perlahan pintu kamar kubuka. Kosong, kamarku kosong tak ada rombongan kecoa atau gadis langit, bahkan sesosok hantu pun juga tak nampak. Lalu, siapa yang menangis? Aneh.. Read more