Curhatan Celoteh, oh Celoteh …

Curhatan Celoteh, oh Celoteh

Aneka rasa campur aduk dalam dada … antara senang, lelah, kesal, marah, kagum dan tak percaya akan apa yang terjadi.

“Berhasil.. ” bisik kecil dalam hati, disambut senyum manis tersungging.

“Akhirnya… “, hembuskan nafas panjuang, lepas rasa lelah.

Menerawang jauh di masa lalu, saat jabatan ‘staff’ aku sandang. Acara kemarin hanya lah sebuah impian belaka, tak nyata. Sibuk rapat, namun hasilnya nihil. Jauh rasa tuk kagum pada diri, tapi sejak tawaran sebuah jabatan datang, tertanam kuat Azzam dalam hati, “Tahun ini harus bisa dilaksanakan…”.

Walaupun peranku tak maksimal tahun ini, namun sebuah goresan Konsep Acara, berhasil kuwujudkan. Ibarat impian kecil yang mewarnai hari. Berkat bantuan sahabat para pejuang yang tak kenal lelah, semangat yang tinggi, juga etos kerja yang tak kenal henti. Kalian, membuat senyuman ini semakin melebar.

Read more

Hujan …

Celoteh, Kisah Baru Celoteh …

Jika memang ini jalan yang Engkau pilih untukku, berikanlah aku kekuatan …

Awal tahun …

Peluh menetes, saat sepeda tua itu berjalan dibawah sinar matahari yang terik … roda – rodanya berdenyit lirih, seakan merintih menahan beban yang begitu berat. Sepuluh kilogram gula merah, nampak bergelantungan disebelah kanan dan kiri, ditopang karung coklat yang lapuk.

Ini pertama kalinya, Abah memaksa sepeda kesayangannya bekerja begitu berat. Sesaat sebelum berangkat, Emak sudah khawatir akan kondisi Abah yang baru sembuh dari sakit, juga kondisi sepeda Abah yang tak lagi seperkasa dahulu kala.

Abah nampak dingin, sekeras apapun Emak melarang. Bahkan, sempat terjadi pertengakaran. Karena rasa khawatir, Abah dilarang pergi, namun tabiat Abah memang begitu. Andai, kedua kaki ku normal, pasti hari itu, aku yang pergi. Tepaksa, hanya bisa berdo’a, semoga Abah selamat.

Sesekali Abah berhenti dibawah pohon, istirahat sejenak sambil menatap sepeda tua miliknya. Handuk kecilnya sudah basah oleh keringat. Ia tersenyum melihat sepeda tua yang diam tertegun di tepi jalan. Read more

Takkan Pernah Bosan Untuk Mengingatkan …

LAGI, zionis israel bertindak keji. Penyerangan terhadap kapal mavi marmara, pada tanggal 31 Mei 2010, adalah tanda kebodohan, kebiadaban, kebobrokan kaum Yahudi, yang berhimpun dalam satu negara, Israel.

Yahudi – yahudi itu, lebih bodoh dari pada keledai yang diikatkan pada pohon, lalu mati, padahal didepannya ada tumpukan rumput, namun ia enggan memakannya dengan ber-alasan, bosan. Lalu dia memakan kotoran yang ia pikir lebih lezat, hingga akhirnya ia mati membusuk. Israel bahkan lebih bodoh dari itu, dengan menembaki para relawan yang hendak melaksanakan misi kemanusiaan di Palestina.

Kebodohan Israel, nampak jelas saat kapal yang berisi orang – orang tak bersenjata itu mereka tembaki, lalu mereka masuk kedalamnya, dan membunuh orang – orang yang ada disana, juga menahan dan menangkap sebagian sukarelawan yang TAK BERSENJATA sama sekali, dengan ditodong senapan, dan sebagian ditembaki tepat didepan saudara mereka sendiri.

Zionis Laknatullah, Israel, jelas sangat bodoh. Kalau saja mereka BISA MEMBACA kesepakatan yang telah disetujui oleh mereka sendiri, pasti lah hal itu TIDAK akan pernah terjadi. Dinyatakan bahwa, Sukarelwan, wartawan, dan tim medis yang tidak bersenjata, dilarang ditembak, di teror, di tangkap, atau di bunuh. Namun sayang, Israel dengan kebodohannya tetap melanggar apa yang telah di sepakatinya.

Read more

Fenomena : Nikah Muda ? ideal atau …

Tertarik dengan fenomena yang ada sekarang, terutama di kampus. banyak orang yang berlomba – lomba mencari pasangan hidupnya. Saling men-cap satu dan lain nya, entah ikhwan ke akhwat atau akhwat ke ikhwan. Berlomba, kayak 17-an aja … :D

Tak bisa ungkiri, tak mau ber-label munafik, saya pun pernah ikut terlibat jadi “peserta” nya. Sibuk lihat sana – sini, kiri – kanan, atas – bawah, maksudne lantai atas dan lantai bawah gedung , tau aja ada yang nge-lirik.. hehe. Sampe pegel leher, karena sibuk mantau “seseorang”.

Berbagai macam cara “pendekatan” dilakukan. Lewat sms, chat, miscall (masih musim gak yah ..), atau berusaha tampak soleh didepan si ‘anu’. Pakaian yang rapih, sok pinter, sok wibawa, sok ganteng. Bawa buku tebel, biar tampak rajin. Bawa qur’an kemana – mana biar tampak soleh. Bawa payung kemana – mana, biar gak kehujanan, (nb: biar bisa bareng sama si do’I, kalo ujan turun. Kan romantis tuh, prikitiiww).

Read more

Sebulan tanpa Celoteh …

Assalamu’alaikum …

Tak terasa, sebulan lebih lamanya, tak satupun kisah saya tuliskan … blog ini semakin sepi, tak ada lagi celoteh-an si kucing…

Ternyata, menasehati memang mudah, namun melaksanakan apa yang di katakan … Sulitnya luar biasa ….

Mohon maaf, akhir – akhir ini, ada tambahan amanah yang harus dikerjakan … Sempitnya waktu untuk menulis, menbatasi perjalanan blog ini … amanah baru untuk menjadi orang ke-2 dikampus tercinta, UPI. Seakan menyita waktu ku, untuk duduk manis, menulis segala  macam kisah.

Belum lagi, deadline tugas yang semakin mendesak. Bukan satu, dua … bahkan lebih dari itu. Hingga akhirnya, manajemen waktu lebih kacau, dan tak menentu. Hingga lupa mencacatkan, jadwal untuk menulis… maaf untuk semuanya … :(

Banyak kata, tulisan yang terlepas dari mulut dan tangan ini, itu artinya semakin banyak pula yang harus dipertanggung jawabkan di akherat kelak …

Namun, tanpa ada saling menasehati dan  mengingatkan, satu mata rantai evaluasi diri telah hilang.

Alhamdulillah, sekarang bisa ON lagi …

Semoga, banyak hal yang bisa kembali di share kan … Amin …

Semangat, SemAngAT, SEMANGAT!!!

Salam celoteh,

Semoga tak bosan berkunjung kemari … :D

Bisikan indah “pak sopir”

Terik mentari tak surutkan semangat silaturahmi. Azzam yang kuat, bawa kaki tetap melangkah, menapaki bumi. Pergi menjauh dari singgasana kosan, tinggalkan bantal dan kasur yang tak henti menggoda, menyapa, untuk terus bersama. Satu tempat tujuan, rumah seorang teman. Bukan pejabat, bukan konglomerat. Seorang sederhana, teman sejati.

Melintas bayangan sebuah perjalanan yang menyenangkan. Nyaman, damai, indah, sejuk, bawa nuansa kelembutan. Dalam sebuah kendaraan mini, putih persegi. Pintu masuk yang selalu terbuka, kursi hitam panjang, dan kaca kusam tebal disetiap bagian, Angkot.

Read more

Khitbah ? (Bagian 2)

Lanjutan dari : Khitbah ? (bagian 1)
—————————————–

Khitbah … katanya indah, katanya meriah, katanya … seru. Dua cinta berpadu, dua insan bersatu, dua hati terpaut … Tapi, kapan ? Kapan ada cinta yang bisa berpadu, kapan ada insan yang mau bersatu, dan dimana hati ini berlabuh …

Loh! kenapa jadi kesana … beresin kuliah dulu, selesai amanah dulu, kerja dulu, baru dah bahas Khitbah. Tapi, sulit …

—— celoteh —–

Kuliah … rutinitas hari – hariku. Dulu terasa berat sekali, tapi sekarang berbeda … tambah berat, hihi. Masuki tahun ke-3, dosen – dosen makin seneng aja ngasih tugas yang, gak mudah. Kadang, satu pekan bisa dua atau tiga tugas. Kapan liburnya, pikirku.

Tapi anehnya, sebanyak apapun tegas, tetep aja ada waktu buat maen game, jalan – jalan, beli dan baca buku, sama tidur siang. Emang susah kalo udah kebiasaan.

Read more