Dua ceplok telor dan restoran mewah

Ada sebuah keluarga, lima orang anak dan sepasang suami istri yang harmonis. Keluarganya tergolong sakinah, damai dan tentram. Sekalipun kondisi ekonominya pas-pasan. Pas laper, pas ada makanan yang pas buat bikin perut kenyang.

Suatu hari si Ayah berkata pada keluarganya saat makan malam bersama, “Besok malam, ayah mau ajak semuanya makan makanan mewah di restoran yang paling mewah”. Seketika, anak beserta istrinya itu pun terkejut sekaligus tidak percaya. Istrinya berkata,”ayah, boro-boro makan di restoran mewah,, besok aja belum tentu makan atau enggak”. Anak-anaknya pun mendukung pernyataan ibundanya itu. Tapi si Ayah tetap teguh dengan pendiriannya, bahwa besok malam sekeluarga makan malam di sebuah restoran yang paling mewah. Lalu, malam harinya, sekeluarga pun melaksanakan shalat tahajjud berjama’ah. Kemudian si Ayah berdo’a, “Ya Allah, ijinkanlah besok malem kami sekeluarga makan malam di restoran yang mewah”.

Read more

Sebulan tanpa Celoteh …

Assalamu’alaikum …

Tak terasa, sebulan lebih lamanya, tak satupun kisah saya tuliskan … blog ini semakin sepi, tak ada lagi celoteh-an si kucing…

Ternyata, menasehati memang mudah, namun melaksanakan apa yang di katakan … Sulitnya luar biasa ….

Mohon maaf, akhir – akhir ini, ada tambahan amanah yang harus dikerjakan … Sempitnya waktu untuk menulis, menbatasi perjalanan blog ini … amanah baru untuk menjadi orang ke-2 dikampus tercinta, UPI. Seakan menyita waktu ku, untuk duduk manis, menulis segala  macam kisah.

Belum lagi, deadline tugas yang semakin mendesak. Bukan satu, dua … bahkan lebih dari itu. Hingga akhirnya, manajemen waktu lebih kacau, dan tak menentu. Hingga lupa mencacatkan, jadwal untuk menulis… maaf untuk semuanya … :(

Banyak kata, tulisan yang terlepas dari mulut dan tangan ini, itu artinya semakin banyak pula yang harus dipertanggung jawabkan di akherat kelak …

Namun, tanpa ada saling menasehati dan  mengingatkan, satu mata rantai evaluasi diri telah hilang.

Alhamdulillah, sekarang bisa ON lagi …

Semoga, banyak hal yang bisa kembali di share kan … Amin …

Semangat, SemAngAT, SEMANGAT!!!

Salam celoteh,

Semoga tak bosan berkunjung kemari … :D

Sulitkah mengatakan CINTA ???

Celoteh hari ini …

Suatu hari, saya duduk di atap rumah. Memandang langit yang indah, biru, cerah dan megah. Tertegun, melihat fenomena alam yang luar biasa.

Ada kawanan burng yang terbang bebas, berisul riang. Menukik turun dan naik kembali. Sejenak aku teringat perkataan seorang bijak.

“Setiap mahluk yang ada dibumi, diberikan Nikmat yang luar biasa besarnya. Tanpa mereka sadari, nikmat itu selalu ditambah, dan ditambah”

Read more

WAJAR-kah ?

CeLoTeh : Banyak waktu yang berlalu tanpa makna. Kita merasa hidup begitu singkat, bangun tidur dan tidur kembali. Makan, Minum, Kerja, kuliah, sekolah, atau semua rutinitas itu sering kita lakukan. Dan dengan santai kita anggap itu semua WAJAR.

Namun, jika kita berani bertanya pada diri kita sendiri, WAJAR-kah itu ?

Wajar-kah, kalo hari – hari kita penuhi dengan kesibukan dunia ?
Wajar-kah jika dari 24 jam waktu kita, hanya 1 jam kita isi dengan mengingat-Nya ?
WAJAR-kah, Jika lebih sering mulut ini basah dengan ucapan tak berguna, gossip, ghibah, bohong, namun sayang … jarng berucap Tasbih, Tasmid, dan Takbir ?

Read more

CeLoTeh : Ada Sungai Dalam Laut … Subhanallah …

CeLoTeh: Subhanallah, Allah SWT menciptakan Bumi dengan segala Kekuasaannya. Berbagai macam keajaiban terhampar, entah di dalam atau diluar permukaan bumi.

Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa Sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?n (QS Fushshilat : 53)

Mr.Jacques Yves Costeau , ia seorang ahli oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Perancis. Orang tua yang berambut putih ini sepanjang hidupnya menyelam ke perbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat film dokumentari tentang keindahan alam dasar laut untuk ditonton di seluruh dunia.

Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba ia menemui beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya kerana tidak bercampur/tidak melebur dengan air laut yang masin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya.

Read more

SOULMATE -( CeLoTeh – Cerpen )-

Hari ini, hatiku begitu kelam. Menelan semua kenyataan pahit yang ada. Sahabatku, orang yang paling aku banggakan, ia pergi. Meninggalkan sesal yang begitu mendalam. Takkan pernah hilang, tertanam abadi dalam hati ini.

Aku sadar, kejadian hari itu kebodohanku. Begitu mudahnya aku percaya semua kata – kata orang. Kebodohan yang kemudian merasuk, masuk kedalam aliran darah. Sebuah kalimat akhiri catatan persahabatan kita, kalimat tragis yang … pantas untukku. PENGHIANAT.

Pesan terakhir darimu, berkali – kali aku baca. Namun, kenapa tak kau singgung pertengkaran itu. Kenapa kau hanya tuliskan kata mutiaramu, bahkan pujian untuk si Penghianat, AKU.

Cih!!!”, bodohnya aku. Mataku dibutakan hawa nafsu iblis. Tertawa terbahak – bahak setelah namamu terpahat di atas batu nisan. Semerbak bunga mawar hiasi rumah baru-mu. Kau sendirian disana, pasti kau senang. Tidak lagi ada penghianat sepertiku, si bodoh yang ceroboh. Atau, kau … menangis, karena kehilangan orang yang selalu kau sebut, SAHABAT.

Satu minggu aku perhatikan dirimu. Awalnya, aku pikir itu biasa, gak ada yang istimewa. Lama aku perhatikan, ternyata kau selalu begitu. Tertawa dengan-nya, pergi berdua, dan terakhir facebook-mu berkata. Kau buat album tentang kau dan dia, foto – foto kalian berdua, menghabiskan waktu berjalan – jalan di mall, beli banyak barang, makan bareng, nonton, de el el.

Cihhh, brengsek,penipu”, kau selalu bilang cuma main, kau pun pernah berbohong, “mau kerja kelompok, sampe malem”. Ternyata kau nonton di bioskop bersamanya.

Aku pikir kau bercanda, ternyata kau serius. Kau jauhi aku, dia juga begitu. Kau tahu, chat ku tak pernah berbalas, message penuhi kotak terkirim saja, inbox nya nihil, tak lagi kami terlibat diskusi panjang.

KAU lah dalang dibalik semua ini!”, itu jawaban hatiku, dan aku yakin itu, BENAR.

Orang – orang pun berkata demikian tentangmu, kau mencuri-nya dariku. Sejak saat itu, aku nyatakan dalam hati, “Kau BUKAN sahabatku”. Lebih jahat dari penjahat biasa, kau PENGHIANAT. Tak tahan lagi melihat semua kelicikan ini, aku pun mengundangmu dalam sebuah pertemuan terakhir, ditempat ikatan persahabatan kita ukir pertama kali, dibawah pohon itu.

Read more

It’s Miracle ?

Sebuah kisah True Story, berdasarkan pada pengalaman seorang teman saat mengumpulkan dana untuk sebuah kegiatan. Kisah yang memberikan pelajaran bahwa, usaha yang sungguh – sungguh dengan niat yang Ikhlas, akan mendapat pertolongan yang luar biasa dari Rabb, sang Maha Kuasa.

Selamat Membaca … :D

————— Celoteh —————

Pagi hari buta, mentari masih lelap diperaduannya, suara jangkrik riang ber-celoteh, sesekali terdengar derungan mesin sepeda motor melintas, angin berhembus membelai jilbab putih, membuatnya berkibar ciptakan gelombang seperti ombak dipesisir pantai. Wajahnya putih berseri, cantik, tinggi semapai. Bulu mata yang lentik, dan wajah yang penuh dengan senyuman, memancarkan keanggunan seorang muslimah. Dengan terampil, jemari kecilnya merapihkan gorengan dan kue donat, berjajar dalam sebuah wadah. Sesekali terdengar senandung lagu – lagu islami, dengan merdu ia lantunkan.

“Mba Dian, udah beres semua ?”, seorang gadis dengan mengenakan gamis bercorak bunga datang menghampiri. Jilbab coklat yang ia kenakan, membuat wajahnya yang putih tampak bersinar.

Hemmm … tinggal satu lagi, itu yang terakhir”, jawab ku. “bisa tolong bantu, biar cepat selesai”

“Oh, siap mba”, Vivi langsung menyambar wadah berisi gorengan dan donat yang tak tertata rapih. Dengan terampil, ia susun satu persatu jajanan itu.

“Mba, hari ini bawa tiga wadah saja, apa gak terlalu sedikit ?”, tanya Vivi sambil sibuk menyusun jajanan. “kita kan masih butuh banyak dana”

“Lebih baik sedikit, tapi habis terjual. Daripada banyak, tapi sedikit yang terjual. Bisa berabe buat nutupin ruginya, bukannya untung malah buntung”, jawabku.

“Lagi pula, bukan masalah berapa keuntungan yang harus kita pikirin, yang penting tuh, seberapa besar usaha yang mampu kita lakukan, gitu Vi”

Hemmm … iya juga, kalo terlalu banyak, udah berat trus kalo gak laku, bisa gede banget ruginya”, balas Vivi.

Yup, bener banget Vi. Biar sedikit, kita usahakan semua terjual, tapi inget … “

“Inget apa mba ?”

“Luruskan niat, keuntungan yang kita dapet, semuanya buat acara bakti sosial, sedekah. Bukan buat pamer, atau keuntungan sendiri”

“Siap bu ustadz, biar keringat kita yang menjadi saksi diakhirat nanti, lalu syurga lah keuntungan yang kita peroleh”

”Pinter juga kamu, sering ikut pengajian yah ?”, tanyaku sambil tersenyum simpul melihat adik kecilku yang sudah dewasa.

“Iya dong, apalagi yang sabtu sore, hi hi …”, jawab Vivi sambil tersenyum centil. Wajahnya menerawang, membayangkan pengajian hari sabtu sore.

Hey hey … pengajian itu, buat nambah ilmu. Bukan nyari ustadz yang ganteng dan soleh”, kataku.

Vivi tersipu malu, ia hanya tersenyum menatapku. Mengingat pengajian hari sabtu biasa diisi oleh ustadz Hafidz, pemuda tampan, lulusan Kairo. Wajar saja, kalo mahasiswi seusia Vivi begitu semangat ikut gabung dalam pengajian.

Read more