Dua ceplok telor dan restoran mewah

Ada sebuah keluarga, lima orang anak dan sepasang suami istri yang harmonis. Keluarganya tergolong sakinah, damai dan tentram. Sekalipun kondisi ekonominya pas-pasan. Pas laper, pas ada makanan yang pas buat bikin perut kenyang.

Suatu hari si Ayah berkata pada keluarganya saat makan malam bersama, “Besok malam, ayah mau ajak semuanya makan makanan mewah di restoran yang paling mewah”. Seketika, anak beserta istrinya itu pun terkejut sekaligus tidak percaya. Istrinya berkata,”ayah, boro-boro makan di restoran mewah,, besok aja belum tentu makan atau enggak”. Anak-anaknya pun mendukung pernyataan ibundanya itu. Tapi si Ayah tetap teguh dengan pendiriannya, bahwa besok malam sekeluarga makan malam di sebuah restoran yang paling mewah. Lalu, malam harinya, sekeluarga pun melaksanakan shalat tahajjud berjama’ah. Kemudian si Ayah berdo’a, “Ya Allah, ijinkanlah besok malem kami sekeluarga makan malam di restoran yang mewah”.

Read more

Celotehan selagi hujan sore-sore…

Saya sering kali beranggapan bahwa “Motivator itu Cuma bisa membual, kalau sudah dilapangan, cuma teori yang keluar, aksinya nol besar!!”. Mungkin anggapan ini tidak berlaku untuk beberapa motivator yang sukses dalam memberikan suntikan motivasi untuk klien dan lebih sukses memberikan motivasi untuk dirinya sendiri. Tapi, ada banyak sekali motivator di lapangan yang lancar dan pintar dalam berkata, bercerita, memotivasi orang lain, tapi ia gagal total memotivasi dirinya sendiri.

Setelah menemukan beberapa motivator yang gagal memotivasi dirinya sendiri, saya jadi malas ikutan lagi seminar motivasi. Karena, banyak sekali peserta yang saat seminar begitu berbinar-binar, penuh semangat, serasa seperti baru lagi. Tapi, seminggu atau beberapa hari setelah itu mereka pun kembali menjadi diri mereka yang lalu.

Lama sudah saya tidak ikut seminar motivasi, atau training motivasi. Saya lebih memilih belajar sendiri, melihat dan membaca lingkungan, sharing dan mengobrol dengan mereka yang sukses beneran, melihat teman-teman dekat yang sukses duluan, mengumpulkan foto-foto fenomenal yang bisa membangkitkan semangat dalam diri ini. Sesekali nonton atau sekedar mendengarkan rekaman ceramah ustadz ternama, tentang indahnya sedekah, keyakinan pada-Nya, dan kekuatan ikhtiar. Perlahan tapi pasti benih-benih semangat pun mulai tumbuh dan berkembang.

Read more

Yang lalu biarlah berlalu..

Jangan Bersedih

(celoteh) Setiap orang punya masa lalu, saya, anda, mereka dan siapapun yang pernah hidup di dunia ini, pasti memliki masa lalu. Masa lalu setiap orang itu berbeda-beda, ada yang bahagia, gembira dan penuh suka cita, namun tak sedikit yang masa lalunya sedih, nelangsa dan penuh duka cita. Yang manakah anda?

Terserah, yang manapun masa lalu kita, bagaimanapun keadaanya, no problem! Karena nasib kita hari ini dan esok tidak dipengaruhi oleh masa lalu kita.

Banyak orang yang terjebak dalam masa lalunya. Sepanjang harinya hanya di isi dengan ratapan dan penyesalan terhadap masa lalunya, tanpa disertai perbaikan. Ia merasa ingin kembali ke masa lalu, dan berusaha memperbaikinya. Mungkinkah kita kembali? Mungkinkah?

Mengingat dan mengenang masa lalu, kemudian bersedih atas nestapa dan kegagalan didalamnya merupakan tindakan bodoh dan gila. Itu, sama artinya dengan membunuh semangat, memupuskan tekad dan mengubur masa depan yang belum terjadi. Apakah Anda ingin mengembalikan air sungai ke hulu, matahari ke tempatnya terbit, dan air mata ke dalam kelopak mata? (Laa tahzan)

Read more

Jangan malu menjadi Kura-kura..

Ubah pola pikir anda

(celoteh) Pernahkah anda melihat seekor kura-kura?

Apa hal pertama yang melintas dalam pikiran anda?

Badannya yang bulat, cangkangnya yang keras, atau mungkin yang paling pertama melintas adalah kura-kura yang lambat.

Melihat tayangan film kartun, hampir setiap saat kura-kura ditokohkan sebagai seekor binatang yang lambat. Dalam dongeng anak-anak pun seperti itu.

Akhirnya, semua hal yang ‘lambat’, selalu lekat istilahnya dengan kura-kura.

Padahal sebenarnya kura-kura jauh lebih cepat daripada Kancil, Zebra atau Macan sekalipun! Sangat cepat, sangat cepat… jika kura-kura bertanding di dunianya, Air.

Coba anda tandingkan, Kancil melawan Kura-kura berenang menyebrangi sungai yang dalam airnya. Manakah yang lebih dulu sampai di seberang?

Di satu sisi, memang benar kura-kura itu lambat saat berjalan di darat. Karena daratan bukanlah dunianya. Struktur tubuh kura-kura tidak diciptakan untuk bisa melangkah cepat di daratan. Tapi, saat ia berada di air, gerakannya jauh berbeda. Ia melesat, meluncur didalam air, menyelinap diantara karang, tanpa ada beban sedikitpun, sekalipun cangkangnya keras dan tebal.

Read more

Kisah Nenek Muda…

Dikisahkan, ada seorang nenek yang sedang asyik duduk belajar bersama anak – anak disebuah SD. Si nenek nampak ceria, ikut melompat saat anak yang lain lompat, ikut berteriak dan bernyanyi. Setiap hari, ia tak lupa pergi kesekolah dan datang paling awal, pulang saat sekolah sudah sepi. Tak hanya dikelas, diluar kelaspun ia ikut bermain dengan siswa yang lain.

Melihat tingkah nenek itu, saya tertegun dan merasa heran, hingga suatu hari saya datang menemui nenek itu dan bertanya tentang kebiasaan nenek sehari – hari. Read more