Bebek buruk rupa dan rumah kaca

Sudahkah kita mengenal ‘Siapa’ diri kita sebenarnya?

Dihutan belantara, hiduplah seekor bebek. Ia selalu hidup sendiri, menyendiri, dan kesepian, tanpa teman. Ia dijauhi oleh penghuni hutan karena ia buruk rupa. Wajahnya berbeda dengan bebek yang lain, padahal tubuhnya sama seperti bebek biasanya.

Ia selalu bermimpi mempunyai teman yang sangat banyak, bermain dan bercanda bersama. Tapi, itu semua mungkin hanya khayalan saja. Sekeras apapun ia mencoba bergaul dengan yang lain, yang ia dapatkan hanya ejekan dan sindiran.

Suatu hari, si bebek berjalan di pinggir sungai. Tak sekali pun ia menatap kearah air sungai, karena takut melihat wajahnya sendiri. Seperti ada trauma yang tersimpan dalam hatinya.

Saat sedang asyik berjalan, dia mendengar bunyi – bunyi aneh dibalik belukar. Ia pun pergi untuk memastikan, dan “aaa,,,”, ia terkaget, lalu berlari menjauh. Ternyata yang ia temui adalah seekor ular besar yang ganas. Read more

Fenomena : Nikah Muda ? ideal atau …

Tertarik dengan fenomena yang ada sekarang, terutama di kampus. banyak orang yang berlomba – lomba mencari pasangan hidupnya. Saling men-cap satu dan lain nya, entah ikhwan ke akhwat atau akhwat ke ikhwan. Berlomba, kayak 17-an aja … :D

Tak bisa ungkiri, tak mau ber-label munafik, saya pun pernah ikut terlibat jadi “peserta” nya. Sibuk lihat sana – sini, kiri – kanan, atas – bawah, maksudne lantai atas dan lantai bawah gedung , tau aja ada yang nge-lirik.. hehe. Sampe pegel leher, karena sibuk mantau “seseorang”.

Berbagai macam cara “pendekatan” dilakukan. Lewat sms, chat, miscall (masih musim gak yah ..), atau berusaha tampak soleh didepan si ‘anu’. Pakaian yang rapih, sok pinter, sok wibawa, sok ganteng. Bawa buku tebel, biar tampak rajin. Bawa qur’an kemana – mana biar tampak soleh. Bawa payung kemana – mana, biar gak kehujanan, (nb: biar bisa bareng sama si do’I, kalo ujan turun. Kan romantis tuh, prikitiiww).

Read more

Sebulan tanpa Celoteh …

Assalamu’alaikum …

Tak terasa, sebulan lebih lamanya, tak satupun kisah saya tuliskan … blog ini semakin sepi, tak ada lagi celoteh-an si kucing…

Ternyata, menasehati memang mudah, namun melaksanakan apa yang di katakan … Sulitnya luar biasa ….

Mohon maaf, akhir – akhir ini, ada tambahan amanah yang harus dikerjakan … Sempitnya waktu untuk menulis, menbatasi perjalanan blog ini … amanah baru untuk menjadi orang ke-2 dikampus tercinta, UPI. Seakan menyita waktu ku, untuk duduk manis, menulis segala  macam kisah.

Belum lagi, deadline tugas yang semakin mendesak. Bukan satu, dua … bahkan lebih dari itu. Hingga akhirnya, manajemen waktu lebih kacau, dan tak menentu. Hingga lupa mencacatkan, jadwal untuk menulis… maaf untuk semuanya … :(

Banyak kata, tulisan yang terlepas dari mulut dan tangan ini, itu artinya semakin banyak pula yang harus dipertanggung jawabkan di akherat kelak …

Namun, tanpa ada saling menasehati dan  mengingatkan, satu mata rantai evaluasi diri telah hilang.

Alhamdulillah, sekarang bisa ON lagi …

Semoga, banyak hal yang bisa kembali di share kan … Amin …

Semangat, SemAngAT, SEMANGAT!!!

Salam celoteh,

Semoga tak bosan berkunjung kemari … :D

Sulitkah mengatakan CINTA ???

Celoteh hari ini …

Suatu hari, saya duduk di atap rumah. Memandang langit yang indah, biru, cerah dan megah. Tertegun, melihat fenomena alam yang luar biasa.

Ada kawanan burng yang terbang bebas, berisul riang. Menukik turun dan naik kembali. Sejenak aku teringat perkataan seorang bijak.

“Setiap mahluk yang ada dibumi, diberikan Nikmat yang luar biasa besarnya. Tanpa mereka sadari, nikmat itu selalu ditambah, dan ditambah”

Read more

WAJAR-kah ?

CeLoTeh : Banyak waktu yang berlalu tanpa makna. Kita merasa hidup begitu singkat, bangun tidur dan tidur kembali. Makan, Minum, Kerja, kuliah, sekolah, atau semua rutinitas itu sering kita lakukan. Dan dengan santai kita anggap itu semua WAJAR.

Namun, jika kita berani bertanya pada diri kita sendiri, WAJAR-kah itu ?

Wajar-kah, kalo hari – hari kita penuhi dengan kesibukan dunia ?
Wajar-kah jika dari 24 jam waktu kita, hanya 1 jam kita isi dengan mengingat-Nya ?
WAJAR-kah, Jika lebih sering mulut ini basah dengan ucapan tak berguna, gossip, ghibah, bohong, namun sayang … jarng berucap Tasbih, Tasmid, dan Takbir ?

Read more

Valentine, Lubang Biawak Di Bulan Februari

Pada bulan ini, kita selalu saja menyaksikan media massa, mal-mal, pusat-pusat hiburan bersibuk-ria berlomba menarik perhatian. Anak-anak muda berlomba mengucapkan “selamat hari Valentine”, berkirim kartu dan bunga, saling bertukar pasangan, saling curhat, menyatakan sayang atau cinta karena anggapan saat itu adalah “hari kasih sayang”.

Kita mungkin selama ini telah banyak menyaksikan Valentine terjadi di negeri yang Muslimnya paling banyak ini. Sebenarnya apa Valentine ini?

Rasul Shallallaahu alaihi wa Salam telah melarang untuk mengikuti tata cara peribadatan selain Islam: “Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut.” (HR. At-Tirmidzi). Dan kita sudah hafal pula bahwa Valentine adalah kebiasaan orang-orang non-Muslim.

Pandangan Ibnul Qayyim Al-Jauziyah

Ibnul Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah berkata, “Memberi selamat atas acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut haram. Semisal memberi selamat atas hari raya dan puasa mereka, dengan mengucapkan, “Selamat hari raya!” dan sejenisnya. Bagi yang mengucapkannya, kalau pun tidak sampai pada kekafiran, paling tidak itu merupakan perbuatan haram. Karena berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyekutukan Allah.

Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah dan lebih dimurkai dari pada memberi selamat atas perbuatan minum khamar atau membunuh. Banyak orang yang kurang mengerti agama terjerumus dalam suatu perbuatan tanpa menyadari buruknya perbuatan tersebut. Seperti orang yang memberi selamat kepada orang lain atas perbuatan maksiat, bid’ah atau kekufuran maka ia telah menyiapkan diri untuk mendapatkan kemarahan dan kemurkaan Allah.”

Read more

Rahasia Manajemen Waktu Orang-Orang Sukses

Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya bershalawat atas Nabi (Muhammad Saw). Wahai orang-orang beriman, ucapkan shalawat dan salam atas Nabi (Muhammad) Saw. ( Al-Ahzab : 56) Kaum Muslimin rahimakumullah….

إن الحمد لله وحده, نحمده و نستعينه و نستغفره ونتوب اليه ونعوذ بالله من شرور أنفسنا وسيئات أعمالنا من يهده الله فهو المهتد ومن يضلله فلن تجد له وليا مرشدا, أشهد أن لا اله الا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله بلغ الرسالة وأدى الأمانة ونصح للأمة وتركنا على المحجة البيضاء ليلها كنهارها لا يزيغ عنها الا هلك, اللهم صل وسلم على نبينا محمد وعلى آله وصحبه ومن دعا بدعوته الى يوم الدين. أما بعد, فيا عباد الله اوصيكم ونفسي الخاطئة المذنبة بتقوى الله وطاعته لعلكم تفلحون. وقال الله تعالى في محكم التنزيل بعد أعوذ بالله من الشيطان الرجيم : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ (ال عمران : 102)

Kaum muslimin rahimakumullah…

Pertama-tama, marilah kita tingkatkan kualitas taqwa kita pada Allah dengan berupaya maksimal melaksanakan apa saja perintah-Nya yang termaktub dalam Al-Qur’an dan juga Sunnah Rasul saw. Pada waktu yang sama kita dituntut pula untuk meninggalkan apa saja larangan Allah yang termaktub dalam Al-Qur’an dan juga Sunnah Rasul Saw. Hanya dengan cara itulah ketakqawaan kita mengalami peningkatan dan perbaikan….

Read more