Alunan Biola itu…

-Celoteh-. Di sebuah komplek perumahan, ada sebuah rumah yang ditempati oleh keluarga sederhana. Sepasang ayah dan ibu beserta seorang anak perempuan. Nada namanya.

Nada, gadis kecil yang pendiam ini selalu bertingkah aneh saat senja menjelang. Sepulang sekolah ia langsung duduk disebuah kursi tua dekat jendela. Lama ia disana hingga malam pun datang.

Awalnya hal itu dianggap biasa saja. Namun, setelah berhari-hari, si ibu merasa heran. Suatu hari, ia mendapati Nada tengah duduk di kursi tua itu. Ia terlihat asik memandangi keluar jendela.

Si ibu datang menghampiri.

Nada anakku, ibu lihat hampir setiap hari kamu duduk disini. Boleh ibu tanya kenapa?”, sapa ibunya lembut.

Read more

Saat Celoteh lagi sendirian…

Beberapa jam lalu celoteh diam dalam sebuah ruangan. Entah kenapa, hari ini butuh ketenangan untuk menjernihkan pikiran. Seakan terdesak oleh lingkungan. Terikat oleh rantai kapal yang besar dan kuat. Tertindih beban berlipat ganda beratnya. Tubuh celoteh yang kecil ini, merasa, lelah...

Celoteh melamun, menatap atap ruangan nan sempit. Dinginnya AC terasa menusuk ke tulang. Sepi, walaupun diluar banyak orang berkeliaran. Celoteh diam dan tak bisa banyak berkata.

Siapa yang salah, selalu celoteh yang disalahkan. Celoteh berusaha mengerti orang – orang sekitarnya, namun hanya sebagian yang balas mengertikan dirinya. Celoteh tidak sibuk, hanya lemah dalam mengatur aktifitasnya. Read more

Pamanku dan Sekuntum Anggrek di Senja hari…

2 oktober 2010, hari kelabu indonesiaku. Pemalang yang awalnya sepi, kini ramai. Setiap hari, orang – orang datang tuk sekedar melihat atau ikut membantu. Indonesiaku, pilu..

Aku tengah bersiap menanti paman yang lama tak berjumpa. Sepuluh tahun berlalu, apakah dia masih mengingatku, atau sudah lupa.. rasa rindu menyeruak dalam dada, rindu senyum nya yang khas, hidung peseknya, dan janggut tipisnya. Ahh, mungkin sekarang janggutnya udah mulai panjang, tapi hidungnya tak mungkin mancung, hihi.

Pamanku orang yang hebat. Selalu memberikan solusi, terkadang jail juga. Pernah dulu saya sengaja bertanya padanya, “paman, gimana yah supaya kita dikejar – kejar orang yang kita suka?

Read more

Bisikan indah “pak sopir”

Terik mentari tak surutkan semangat silaturahmi. Azzam yang kuat, bawa kaki tetap melangkah, menapaki bumi. Pergi menjauh dari singgasana kosan, tinggalkan bantal dan kasur yang tak henti menggoda, menyapa, untuk terus bersama. Satu tempat tujuan, rumah seorang teman. Bukan pejabat, bukan konglomerat. Seorang sederhana, teman sejati.

Melintas bayangan sebuah perjalanan yang menyenangkan. Nyaman, damai, indah, sejuk, bawa nuansa kelembutan. Dalam sebuah kendaraan mini, putih persegi. Pintu masuk yang selalu terbuka, kursi hitam panjang, dan kaca kusam tebal disetiap bagian, Angkot.

Read more

Symphony

Symphony adalah nama lain dari sebuah karya yang di buat celoteh. Secara bahasa, artinya untaian nada lagu, alunan musik, dan sebagainya. Namun, celoteh mengambil satu esensi dari kata ini. Apa itu ?

Alunan, halus, lembut dan mengalir. Harmonis, dan manis, seperti brownies.

Mirip seperti cerpen, boleh dibilang cerpen, tapi … bahasanya lebih diperlembut. Celoteh berusaha membuat konotasi sebanyak mungkin, tapi, masih banyak kekurangan pembendaharaan yang ujungnya tak terlalu menarik. Namun, celoteh selalu berusaha sebaik mungkin agar karya yang dihasilkan punya satu esensi dari kata symphony.

Read more