Introduction “Si Kembar”

catatan si kembar

Corat coret, bikin cerpen…

Walaupun bahasanya masih sederhana, ceritanya simple, trus belum terkenal.. celoteh tak pernah menyerah untuk terus menulis.
Iseng – iseng duduk di teras kamar lantai dua saat hujan gemericik ria, ada ragam ide yang muncul di kepala. Merasa sayang kalo dibiarkan melayang didalam benak, merasa sayang dibiarkan hilang tanpa jejak. Akhirnya, saya memutuskan tuk menuliskannya jadi sebuah cerpen.
Saya bukan seorang penulis, atau seorang novelis, cerpenis, dan ‘is’ lainnya. Tapi, saya yakin, dengan kesungguhan dan niat yang tulus, kita bisa membuat tulisan yang baik.
Overall, cerpen sederhana tentang si kembar di pondok raudhah ini, memang bukan cerpen pertama yang saya buat. Ada beberapa cerpen lain yang pernah ditulis di blog ini. Tapi, kali ini saya mencoba membuat sebuah cerpen dengan tokoh yang sama dalam situasi dan permsalahan yang selalu berbeda. Dan.. semoga kisah yang ada didalam cerpen bisa memberikan manfaat yang berguna untuk pembaca.
Moga aja, ada penerbit yang tertarik buat bukunya,,, hehe (ngarep..)

yups, semoga bisa jadi kisah yang menarik untuk dibaca siapa aja…

catatan si kembar

baca yah,,,
salam celoteh

Bebek buruk rupa dan rumah kaca

Sudahkah kita mengenal ‘Siapa’ diri kita sebenarnya?

Dihutan belantara, hiduplah seekor bebek. Ia selalu hidup sendiri, menyendiri, dan kesepian, tanpa teman. Ia dijauhi oleh penghuni hutan karena ia buruk rupa. Wajahnya berbeda dengan bebek yang lain, padahal tubuhnya sama seperti bebek biasanya.

Ia selalu bermimpi mempunyai teman yang sangat banyak, bermain dan bercanda bersama. Tapi, itu semua mungkin hanya khayalan saja. Sekeras apapun ia mencoba bergaul dengan yang lain, yang ia dapatkan hanya ejekan dan sindiran.

Suatu hari, si bebek berjalan di pinggir sungai. Tak sekali pun ia menatap kearah air sungai, karena takut melihat wajahnya sendiri. Seperti ada trauma yang tersimpan dalam hatinya.

Saat sedang asyik berjalan, dia mendengar bunyi – bunyi aneh dibalik belukar. Ia pun pergi untuk memastikan, dan “aaa,,,”, ia terkaget, lalu berlari menjauh. Ternyata yang ia temui adalah seekor ular besar yang ganas. Read more

Pamanku dan Sekuntum Anggrek di Senja hari…

2 oktober 2010, hari kelabu indonesiaku. Pemalang yang awalnya sepi, kini ramai. Setiap hari, orang – orang datang tuk sekedar melihat atau ikut membantu. Indonesiaku, pilu..

Aku tengah bersiap menanti paman yang lama tak berjumpa. Sepuluh tahun berlalu, apakah dia masih mengingatku, atau sudah lupa.. rasa rindu menyeruak dalam dada, rindu senyum nya yang khas, hidung peseknya, dan janggut tipisnya. Ahh, mungkin sekarang janggutnya udah mulai panjang, tapi hidungnya tak mungkin mancung, hihi.

Pamanku orang yang hebat. Selalu memberikan solusi, terkadang jail juga. Pernah dulu saya sengaja bertanya padanya, “paman, gimana yah supaya kita dikejar – kejar orang yang kita suka?

Read more

Hujan …

Celoteh, Kisah Baru Celoteh …

Jika memang ini jalan yang Engkau pilih untukku, berikanlah aku kekuatan …

Awal tahun …

Peluh menetes, saat sepeda tua itu berjalan dibawah sinar matahari yang terik … roda – rodanya berdenyit lirih, seakan merintih menahan beban yang begitu berat. Sepuluh kilogram gula merah, nampak bergelantungan disebelah kanan dan kiri, ditopang karung coklat yang lapuk.

Ini pertama kalinya, Abah memaksa sepeda kesayangannya bekerja begitu berat. Sesaat sebelum berangkat, Emak sudah khawatir akan kondisi Abah yang baru sembuh dari sakit, juga kondisi sepeda Abah yang tak lagi seperkasa dahulu kala.

Abah nampak dingin, sekeras apapun Emak melarang. Bahkan, sempat terjadi pertengakaran. Karena rasa khawatir, Abah dilarang pergi, namun tabiat Abah memang begitu. Andai, kedua kaki ku normal, pasti hari itu, aku yang pergi. Tepaksa, hanya bisa berdo’a, semoga Abah selamat.

Sesekali Abah berhenti dibawah pohon, istirahat sejenak sambil menatap sepeda tua miliknya. Handuk kecilnya sudah basah oleh keringat. Ia tersenyum melihat sepeda tua yang diam tertegun di tepi jalan. Read more

Andai aku bisa melihat

Sebuah renungan hari ini …

Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi

Setiap pagi, selalu indah. Langit biru yang cerah. Awan putih lembut,  nampak megah. Burung – burung terbang bebas diangkasa, kepakkan sayap mungilnya. Bening embun pagi, kilaunya pantulkan cahaya mentari. Bergelantungan di ujung daun hijau, sebagian di atas kelopak bunga yang indah, dan penuh warna. Pagi hari yang begitu sempurna …

Tiba – tiba, langit mendung. Awan hitam datang cepat, tutupi lembutnya awan putih. Langit cerah berubah jadi kelabu. Angin berhembus kencang, jatuh kan bulir – bulir embun yang asyik bergelantungan. Tetesan air hujan, riuh basahi rerumputan, jalanan, dan rumah – rumah yang berjajar rapih.

Duduk sendirian di teras rumah, menanti hujan berhenti. Aku berharap, ada pelangi yang muncul, penuh warna. Merah, hijau, kuning, dan biru.

Read more

Bisikan indah “pak sopir”

Terik mentari tak surutkan semangat silaturahmi. Azzam yang kuat, bawa kaki tetap melangkah, menapaki bumi. Pergi menjauh dari singgasana kosan, tinggalkan bantal dan kasur yang tak henti menggoda, menyapa, untuk terus bersama. Satu tempat tujuan, rumah seorang teman. Bukan pejabat, bukan konglomerat. Seorang sederhana, teman sejati.

Melintas bayangan sebuah perjalanan yang menyenangkan. Nyaman, damai, indah, sejuk, bawa nuansa kelembutan. Dalam sebuah kendaraan mini, putih persegi. Pintu masuk yang selalu terbuka, kursi hitam panjang, dan kaca kusam tebal disetiap bagian, Angkot.

Read more

Symphony

Symphony adalah nama lain dari sebuah karya yang di buat celoteh. Secara bahasa, artinya untaian nada lagu, alunan musik, dan sebagainya. Namun, celoteh mengambil satu esensi dari kata ini. Apa itu ?

Alunan, halus, lembut dan mengalir. Harmonis, dan manis, seperti brownies.

Mirip seperti cerpen, boleh dibilang cerpen, tapi … bahasanya lebih diperlembut. Celoteh berusaha membuat konotasi sebanyak mungkin, tapi, masih banyak kekurangan pembendaharaan yang ujungnya tak terlalu menarik. Namun, celoteh selalu berusaha sebaik mungkin agar karya yang dihasilkan punya satu esensi dari kata symphony.

Read more