Tertarik dengan fenomena yang ada sekarang, terutama di kampus. banyak orang yang berlomba – lomba mencari pasangan hidupnya. Saling men-cap satu dan lain nya, entah ikhwan ke akhwat atau akhwat ke ikhwan. Berlomba, kayak 17-an aja …
Tak bisa ungkiri, tak mau ber-label munafik, saya pun pernah ikut terlibat jadi “peserta” nya. Sibuk lihat sana – sini, kiri – kanan, atas – bawah, maksudne lantai atas dan lantai bawah gedung , tau aja ada yang nge-lirik.. hehe. Sampe pegel leher, karena sibuk mantau “seseorang”.
Berbagai macam cara “pendekatan” dilakukan. Lewat sms, chat, miscall (masih musim gak yah ..), atau berusaha tampak soleh didepan si ‘anu’. Pakaian yang rapih, sok pinter, sok wibawa, sok ganteng. Bawa buku tebel, biar tampak rajin. Bawa qur’an kemana – mana biar tampak soleh. Bawa payung kemana – mana, biar gak kehujanan, (nb: biar bisa bareng sama si do’I, kalo ujan turun. Kan romantis tuh, prikitiiww).

