SOULMATE -( CeLoTeh – Cerpen )-

Hari ini, hatiku begitu kelam. Menelan semua kenyataan pahit yang ada. Sahabatku, orang yang paling aku banggakan, ia pergi. Meninggalkan sesal yang begitu mendalam. Takkan pernah hilang, tertanam abadi dalam hati ini.

Aku sadar, kejadian hari itu kebodohanku. Begitu mudahnya aku percaya semua kata – kata orang. Kebodohan yang kemudian merasuk, masuk kedalam aliran darah. Sebuah kalimat akhiri catatan persahabatan kita, kalimat tragis yang … pantas untukku. PENGHIANAT.

Pesan terakhir darimu, berkali – kali aku baca. Namun, kenapa tak kau singgung pertengkaran itu. Kenapa kau hanya tuliskan kata mutiaramu, bahkan pujian untuk si Penghianat, AKU.

Cih!!!”, bodohnya aku. Mataku dibutakan hawa nafsu iblis. Tertawa terbahak – bahak setelah namamu terpahat di atas batu nisan. Semerbak bunga mawar hiasi rumah baru-mu. Kau sendirian disana, pasti kau senang. Tidak lagi ada penghianat sepertiku, si bodoh yang ceroboh. Atau, kau … menangis, karena kehilangan orang yang selalu kau sebut, SAHABAT.

Satu minggu aku perhatikan dirimu. Awalnya, aku pikir itu biasa, gak ada yang istimewa. Lama aku perhatikan, ternyata kau selalu begitu. Tertawa dengan-nya, pergi berdua, dan terakhir facebook-mu berkata. Kau buat album tentang kau dan dia, foto – foto kalian berdua, menghabiskan waktu berjalan – jalan di mall, beli banyak barang, makan bareng, nonton, de el el.

Cihhh, brengsek,penipu”, kau selalu bilang cuma main, kau pun pernah berbohong, “mau kerja kelompok, sampe malem”. Ternyata kau nonton di bioskop bersamanya.

Aku pikir kau bercanda, ternyata kau serius. Kau jauhi aku, dia juga begitu. Kau tahu, chat ku tak pernah berbalas, message penuhi kotak terkirim saja, inbox nya nihil, tak lagi kami terlibat diskusi panjang.

KAU lah dalang dibalik semua ini!”, itu jawaban hatiku, dan aku yakin itu, BENAR.

Orang – orang pun berkata demikian tentangmu, kau mencuri-nya dariku. Sejak saat itu, aku nyatakan dalam hati, “Kau BUKAN sahabatku”. Lebih jahat dari penjahat biasa, kau PENGHIANAT. Tak tahan lagi melihat semua kelicikan ini, aku pun mengundangmu dalam sebuah pertemuan terakhir, ditempat ikatan persahabatan kita ukir pertama kali, dibawah pohon itu.

Read more

It’s Miracle ?

Sebuah kisah True Story, berdasarkan pada pengalaman seorang teman saat mengumpulkan dana untuk sebuah kegiatan. Kisah yang memberikan pelajaran bahwa, usaha yang sungguh – sungguh dengan niat yang Ikhlas, akan mendapat pertolongan yang luar biasa dari Rabb, sang Maha Kuasa.

Selamat Membaca … :D

————— Celoteh —————

Pagi hari buta, mentari masih lelap diperaduannya, suara jangkrik riang ber-celoteh, sesekali terdengar derungan mesin sepeda motor melintas, angin berhembus membelai jilbab putih, membuatnya berkibar ciptakan gelombang seperti ombak dipesisir pantai. Wajahnya putih berseri, cantik, tinggi semapai. Bulu mata yang lentik, dan wajah yang penuh dengan senyuman, memancarkan keanggunan seorang muslimah. Dengan terampil, jemari kecilnya merapihkan gorengan dan kue donat, berjajar dalam sebuah wadah. Sesekali terdengar senandung lagu – lagu islami, dengan merdu ia lantunkan.

“Mba Dian, udah beres semua ?”, seorang gadis dengan mengenakan gamis bercorak bunga datang menghampiri. Jilbab coklat yang ia kenakan, membuat wajahnya yang putih tampak bersinar.

Hemmm … tinggal satu lagi, itu yang terakhir”, jawab ku. “bisa tolong bantu, biar cepat selesai”

“Oh, siap mba”, Vivi langsung menyambar wadah berisi gorengan dan donat yang tak tertata rapih. Dengan terampil, ia susun satu persatu jajanan itu.

“Mba, hari ini bawa tiga wadah saja, apa gak terlalu sedikit ?”, tanya Vivi sambil sibuk menyusun jajanan. “kita kan masih butuh banyak dana”

“Lebih baik sedikit, tapi habis terjual. Daripada banyak, tapi sedikit yang terjual. Bisa berabe buat nutupin ruginya, bukannya untung malah buntung”, jawabku.

“Lagi pula, bukan masalah berapa keuntungan yang harus kita pikirin, yang penting tuh, seberapa besar usaha yang mampu kita lakukan, gitu Vi”

Hemmm … iya juga, kalo terlalu banyak, udah berat trus kalo gak laku, bisa gede banget ruginya”, balas Vivi.

Yup, bener banget Vi. Biar sedikit, kita usahakan semua terjual, tapi inget … “

“Inget apa mba ?”

“Luruskan niat, keuntungan yang kita dapet, semuanya buat acara bakti sosial, sedekah. Bukan buat pamer, atau keuntungan sendiri”

“Siap bu ustadz, biar keringat kita yang menjadi saksi diakhirat nanti, lalu syurga lah keuntungan yang kita peroleh”

”Pinter juga kamu, sering ikut pengajian yah ?”, tanyaku sambil tersenyum simpul melihat adik kecilku yang sudah dewasa.

“Iya dong, apalagi yang sabtu sore, hi hi …”, jawab Vivi sambil tersenyum centil. Wajahnya menerawang, membayangkan pengajian hari sabtu sore.

Hey hey … pengajian itu, buat nambah ilmu. Bukan nyari ustadz yang ganteng dan soleh”, kataku.

Vivi tersipu malu, ia hanya tersenyum menatapku. Mengingat pengajian hari sabtu biasa diisi oleh ustadz Hafidz, pemuda tampan, lulusan Kairo. Wajar saja, kalo mahasiswi seusia Vivi begitu semangat ikut gabung dalam pengajian.

Read more

Lirik Lagu ” Laskar Pelangi (OST Laskar Pelangi) – Nidji”

mimpi adalah kunci
untuk kita menaklukkan dunia
berlarilah sampai engkau meraihnya

laskar pelangi
takkan terikat waktu
bebaskan mimpimu di angkasa
raih bintang di jiwa

menarilah dan terus tertawa
walau dunia tak seindah surga
bersyukurlah pada yang kuasa
cinta kita di dunia

selamanya…

cinta kepada hidup
memberikan senyuman abadi
walau ini kadang tak adil
tapi cinta lengkapi kita

laskar pelangi
takkan terikat waktu
jangan berhenti mewarnai
jutaan mimpi di bumi

menarilah dan terus tertawa
walau dunia takseindah surga
bersukurlah pada yang kuasa
cinta kita di dunia

selamanya…

Download Lagu : Laskar Pelangi – Nidji

Surat Cinta, Untuk Sahabatku …

Dulu kita sahabat
berteman bagai ulat
berharap jadi kupu-kupu

Kini kita berjalan berjauh-jauhan
kau jauhi diriku karena sesuatu …

—————-

Hallo … ada apa ?”, jelas sekali aku dengar suaranya mengangkat telepon, setelah dering ringtone kepompong miliknya berbunyi. Melamun sendirian di kursi belakang, begitu teliti ku perhatikan ekspresi mukanya saat mengobrol dengan orang lain nan jauh disana, penuh senyum dan tawa. Dulu, ia seperti itu padaku, namun sekarang … tidak lagi.

Setelah ‘kejadian itu’, tampak ada jarak yang jauh membentang antara kami berdua. Entah, apa karena kejadian itu, atau kejadian yang lain, yang jelas hal ini menyita hari – hari ku untuk memikirkannya. Namun, aku malu menanyakan padanya “kenapa sih, kamu sekarang berbeda ?”.

Sejenak terlintas dalam benak, “ah, mungkin Cuma perasaanku saja …”. Tapi, melihat respon nya saat chat, atau message yang aku kirimkan padanya, jelas sekali ada yang berbeda. Tak se-agresif dulu, bahkan jarang di balas. “pyuh, menyedihkan … padahal, sudah menunggu balasan nya berhari – hari”.

Read more

Ada Apa Dengan Tasik (AADT)

Ter-isnpirasi dari Film Ada Apa Dengan Cinta (AADC) muncullah judul tersebut, walau gak nyambung sedikitpun sama Film itu.  Whatever!, yang penting nulis. Buat yang ngerasa orang Tasik, Asal Tasik, Tinggal di Tasik, Kuliah di Tasik, Sekolah di Tasik, keturunan Tasik, atau pernah megang Bis jurusan Tasik, mesti baca tulisan ini.

Pertama kali dengar kata Tasikmalaya, terlintas dalam benakku kota yang kumuh, desa, pedaleman, gak ada listrik, gak ada mall, kecil, dan miskin. Pokoknya, kalo lihat orang Tasik lewat di depan, ada saja prasangka, orang desa lewat.

Yang ngerasa orang Tasik, jangan marah dulu … belum beres kisahnya neh !

Read more

Satu paku, untuk Satu Kata “Marah”…

Sahabat, pernah kita marah sama orang lain ? Banyak kata yang terucap, entah itu ejekan, celaan, sindiran, atau hinaan. Tak jarang isi kebun binatang pun ikut menghiasi kata – kata kita. Namun, dengan mudahnya kita anggap itu hal biasa, “Toh, minta maaf aja beres, tul gak ?”.

Teman, ada seorang anak yang sering sekali marah. Di sekolah, tempat bermain, kepada siapa saja kapan saja. Padahal, temannya tak sengaja melakukan kesalahan. Tetap saja ia marahi.

Sang ayah merasa sedih dan prihatin dengan kondisi anaknya. Perlahan, orang – orang disekitarnya mulai menjauh. Kalau dibiarkan, tak ada seorang pun yang mau jadi temannya nanti. Kondisi ini harus segera dihentikan.

Sepulang sekolah, ayah mengajak anaknya untuk belanja. Hingga mereka tiba disebuah toko material, kemudian membeli sebatang bambu,  sebungkus paku, dan sebuah palu.

“Ayah, untuk apa kita beli barang – barang itu ?” tanya si anak.

“oh, ini untuk ayah nak. Ada sesuatu yang harus ayah buat di pekarangan belakang”, jawab ayah dengan bijak.

“Buat apa ayah ?” tanya si anak.

Ayah hanya menjawab dengan sebuah senyuman. Setelah selesai berbelanja, mereka berdua pun pulang ke rumah.

Read more

Kelinci dan Keluarga Semut

Alkisah, disebuah hutan belantara, hidup kawanan kelinci yang sedang berkumpul. Diantara mereka terdapat seekor kelinci yang berbeda dari yang lainnya.

Bulu, wajah, mata, dan telinga yang ia miliki berbeda. Oleh karena itu, ia selalu dikucilkan. Setiap hari, saat teman – temannya bermain diluar, ia hanya bisa menyendiri di dalam rumah. Ingin sekali ia bisa bermain bersama yang lain. Namun, apa lah daya, setiap hari yang ia hadapi, hanya dinding dan atap kamar yang membisu.

Singkat cerita, Kondisi tersebut berlangsung hingga kelinci beranjak dewasa.

Suatu ketika, muncul keinginan dalam hatinya untuk pergi merantau ke hutan seberang. Ia memberanikan diri pergi sendiri, dengan membawa bekal secukupnya, meninggalkan “sangkar emas” tempat tinggalnya.

Berjalan sendirian diantara pohon – pohon besar, jalan setapak yang gelap, bunyi – bunyi serangga di balik lembaran kulit pohon, dan sekumpulan binatang yang berkumpul mencari makan.

Saat mentari bersinar terik, si kelinci merasa lelah dan haus. Tak terasa, sudah setengah perjalanan ia tempuh. Aku yakin, dibalik bukit itu, ada tempat yang cocok bagiku. Gumamnya.

Read more