Ini yang Terbaik

Ada sebuah cerita yang cukup kondang, begini ceritanya:

Ada seorang raja memiliki seorang pengawal, pengawal tersebut mempunyai kebiasaan (baca: latah) mengucapkan kalimat “ini yang terbaik”. Pada suatu hari sang raja mengajak pengawal tersebut berburu. Pengawal tersebut adalah seorang penembak jitu. Saat melihat hewan buruan di depan mata, pengawal tersebut segera maju ke depan dan membidikkkan senapannya ke arah hewan buruan tersebut.

“DORRR!!!”
“Aduuuuhhh!!!”

Lho? Hewan buruan kok bisa mengatakan aduh? Ternyata bidikan pengawal tersebut meleset. Senapan tersebut mengenai jempol sang raja. Sang raja pun protes kenapa jempolnya ditembak.

Seperti kebiasaannya, pengawal langsung mengatakan “Ini yang terbaik, Baginda”.
“Terbaik apanya? Jariku putus kamu katakan terbaik?” sahut sang raja.
“Ini yang terbaik, Baginda” jawab pengawal lagi.

Tentu saja sang raja marah dan menjebloskan pengawal tersebut ke penjara.

Beberapa waktu kemudian, kerajaan sang raja diserbu oleh gerombolan kanibal. Gerombolan kanibal tersebut langsung menguasai kerajaan. Seluruh rakyat ditangkap, dan satu per satu dimakan gerombolan kanibal tersebut. Sampai tinggal sang raja sendiri yang masih hidup.

Akhirnya sang raja ditangkap dan siap mereka makan. Namun salah seorang dari kanibal tersebut tiba-tiba melihat jempol sang raja.

“Woi, manusia ini berbahaya. Lihat, dia tidak punya jempol. Kalau dia kita makan, akan membawa sial bagi kita. Sebaiknya kita lepaskan saja dia” kata kanibal tersebut.

Kanibal-kanibal yang lain segera memeriksa jempol sang raja, ternyata benar jempolnya tidak ada. Ternyata para kanibal ini hanya mau memakan manusia yang tanpa cacat. Satu bagian tubuh cacat, mereka percaya akan membawa kesialan bagi mereka.

Akhirnya sang raja dilepaskan. Betapa gembiranya hati sang raja. Langsung dia menuju penjara dan mencari pengawalnya yang dulu telah menembak jempolnya.

“Terima kasih pengawalku, berkat tembakanmu pada jempolku, aku tidak menjadi mangsa kanibal tersebut” kata sang raja.
Dan seperti biasa, pengawal hanya berkata “Ini yang terbaik, Baginda”.

—–—————————————————————-
Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. Al-Baqarah: 216)
——————————————————————-
Cerita ini populer, dan dikisahkan diberbagai blog …
semoga bermanfaat ….

Apa pendapatku tentang artikel ini?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s