Seekor Monyet

Ada Seekor Monyet Yang gagah dan kuat. Dia Pandai sekali memanjat pohon. Bahkan, tidak ada satu pun yang dapat mengalahkannya.
Suatu hari, dia ingin memanjat sebuah pohon yang sangat tinggi, pohon yang paling tinggi di hutan itu. Dengan persiapan yang matang, berlatih, dan memakai perlengkapan yang sempurna. Dengan segera monyet itu memanjat ke atas pohon.

Luar biasa, hanya dalam beberapa menit saja, dia sudah berhasil sampai ke puncaknya. Sambil melepas kepuasan dia pun menikmati pemandangan diatas sana. Dia sangat yakin bahwa dirinya tak akan jatuh ke bawah, karena, kalo dia jatuh, kamungkinan tulangnya patah atau dia mati.

Namun, diatas pohon udaranya tidak stabil, banyak angin yang berhembus. Ada tiga jenis angin yang datang, yaitu Angin Topan, Angin Puting Beliung, dan Angin Sepoi – sepoi. Ketiga angin tersebut bertiup bergantian.

Yang pertama, angin topan bertiup menggoyang pohon dengan begitu kencangnya. Namun, semakin kencang angin menerpa, semakin erat pula pegangan sang monyet. Lewat sudah,monyet pun masih tetap bertahan di pohon.

Yang kedua, angin puting beliung yang bertiup dan menjatuhkan beberapa ranting pohon itu. Namun, pegangan sang monyet semakin kencang … bahkan, sangat kencang. Akhirnya, sang monyet pun berhasil tetap bertahan di pohon tersebut.

Yang terakhir, angin sepoi – sepoi bertiup. Sengat lembut, pelan, dan begitu nikmat. Sang monyet merasakan angin yang berbeda dari sebelumnya, begitu pelan dan menyejukkan. Pelan – pelan, pegangan sang monyet mengendur, melemah, karena terlena dengan kenikmatan angin sepoi – sepoi.

Pada akhirnya, perlahan tapi pasti, tanpa disengaja, sang monyet terjatuh dan terhempas ke tanah. Karena pegangannya yang sudah tak kuat lagi.
—————————————————————-
Begitulah kehidupan, orang yang kuat imannya, ibadahnya, serta banyak ilmunya, semakin hari semakin tinggi kedudukannya. Banyak Godaan yang datang, baginya Ujian yang “Nampak” malah membuatnya semakin kuat.

Namun, saat datang Ujian yang terlihat mudah dan disepelekan, lantas, dia terlena karena ujian tersebut, semakin lama , tak terasa imannya semakin menurun, hingga pada akhirnya, ilmu nya tak bermanfaat, ibadah dan imannya menurun.

Berhati – hatilah, ujian yang datang terkadang kecil, namun, bisa jadi itulah yang akan merusak akidah dan iman kita …
—————————————————————-

Apa pendapatku tentang artikel ini?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s