Pesan Untukmu, Saudariku …

Wanita, sebuah perhiasan dunia yang begitu berharga. Lembut hatinya, indah tutur katanya, baik perangainya, dan sopan kata – katanya. Permata dunia yang tak ternilai harganya.

Wahai saudariku, bolehkah ku tuliskan sebuah pesan untukmu. Sebuah renungan tentang rahasia dibalik keindahan mu itu. Bisa jadi, ini sebuah nasehat, namun, apalah daya diri yang lemah ini menasehati engkau yang begitu indah. Tapi, isi hati ini harus dikeluarkan, agar tak membusuk.

Wahai saudariku, wanita bukan diciptakan dari tulang kepala. Yang selalu berada diatas. Menampilkan segala kelebihannya, bangga dengan kecantikan yang dimiliki, dan tak malu memperlihatkan nya pada semua orang. Selalu ingin dipandang dan diperhatikan, dan enggan melihat ke bawah.

Wahai saudariku, wanita bukan pula diciptakan dari tulang kaki. Yang selalu berada dibawah. Yang rela dirinya di injak – injak oleh orang lain. Jarang memperhatikan keindahan yang ia miliki. Diam saja saat kotoran ia injak.

Wahai saudariku, tahukah engkau ? wanita diciptakan dari tulang rusuk sebelah kiri. Yang dekat dengan Hati. Bertugas melindungi hati, agar tidak terganggu oleh gangguan dari luar,  menahan tekanan yang dapat merusaknya.

Saudariku, hati memang tak bermata, tak bertelinga layaknya kepala. Hati juga tak sekuat tulang kaki yang mampu menopang berat badan. Tapi hati adalah organ yang begitu penting dalam anatomi tubuh.

Tanpa hati, berjuta – juta racun mengendap dalam tubuh kita. Merusak jaringan otak, membuatnya tak berfungsi. Darah yang penuh racun mengalir dalam setiap sel – sel tubuh. Merusak organ tubuh, membuat kaki yang tadinya tegak, jadi roboh tak berdaya.

Saudariku, hati adalah segumpal darah yang apabila ia baik maka baiklah seluruh tubuh, apabila ia buruk maka buruk pula seluruh tubuh. Hati yang indah memberikan pancaran keindahan, sehingga seorang wanita tampak laksana bidadari dengan segala keindahan akhlaknya, baik budinya, sopan kata – katanya, lemah lembut perangainya. Namun, hati juga begitu rapuh. Mudah berubah dalam setiap kondisi. Itulah kenapa, engkau begitu sensitif, mudah terbawa suasana.

Saudariku, keindahan hati tidak terpancar dari bentuk-nya. Andai hati tak terbungkus rapih, kebanyakan orang akan jijik melihatnya. Dengan mudah hati itu terkena kotoran, dan rusak oleh gangguan dari luar.

Saudariku, Ini hanya lah celoteh-an ku tentang dirimu. Hanya goresan tinta yang mudah terhapus air. Tak ada daya, tak bertenaga.

Semoga pancaran keindahan itu, selalu menghiasi hatimu. Menjadikanmu salah satu dari jutaan bidadari penghuni syurga. amin.

Seorang bijak Mengatakan :

“Berhati – hatilah dengan segala yang terbesit dalam Hatimu, karena itu akan jadi Pikiran. Berhati – hatilah dengan Pikiranmu, karena itu akan jadi Perkataan. Berhati – hatilah dengan Perkataanmu, karena itu akan jadi Tindakan. Berhati – hatilah dengan Tindakanmu, karena itu akan jadi Kebiasaan. Berhati – hatilah dengan Kebiasaanmu, karena itu akan jadi Karaktermu. Dan, Berhati – hatilah dengan Karaktermu, karena itu akan menentukan Nasibmu”

Wassalam.

Dinda Agus Triyana, 24 Januari 2010

9 thoughts on “Pesan Untukmu, Saudariku …

  1. “Berhati – hatilah dengan segala yang terbesit dalam Hatimu, karena itu akan jadi Pikiran. Berhati – hatilah dengan Pikiranmu, karena itu akan jadi Perkataan. Berhati – hatilah dengan Perkataanmu, karena itu akan jadi Tindakan. Berhati – hatilah dengan Tindakanmu, karena itu akan jadi Kebiasaan. Berhati – hatilah dengan Kebiasaanmu, karena itu akan jadi Karaktermu. Dan, Berhati – hatilah dengan Karaktermu, karena itu akan menentukan Nasibmu” –> Like this…🙂

Apa pendapatku tentang artikel ini?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s