Antara Hatiku dan Hatimu

ikatan dua hatiSadarilah bahwa setiap hati itu terikat dengan hati yang lain, tak pandang jauhnya jarak, rentang usia, pintar atau bodoh, si kaya dan si miskin, ada benang yang menjembatani satu hati dan hati yang lain.

Pernah kah terlintas dalam benak kita, kenapa pak polisi bisa “mengendus” keberadaan penjahat ?. Tahukah kamu, hati pak polisi terikat dengan penjahat itu. Itulah kenapa, pak polisi bisa “merasakan” kehadiran si penjahat.

Yuk kita gali sedikit, kenapa hati keduanya terikat.

———————————————

Setelah penjahat melakukan tindakan kriminal, pak polisi dengan teliti melakukan penyelidikan. Periksa TKP, tanya para saksi, periksa sidik jari, dan barang bukti. Dengan penuh kesabaran, pak polisi melakukan penyelidikan tentang si pelaku, supaya pak polisi tahu jelas ciri – ciri pelaku, wajah, warna kulit, rambut, tinggi badan, mata, telinga, hidung, bahkan pakaian yang ia pakai.

Usaha yang dilakukan tidak percuma, ternyata pak polisi bisa merasakan kehadiran si penjahat, lalu melakukan pengejaran dan berhasil menangkapnya. Walau dengan banyak pengorbanan, harta, waktu, bahkan nyawa. Itu tak mengapa, yang penting tujuan tercapai, menangkap si penjahat.

———————————————

Sedikit merenungi kisah pak polisi, ternyata antara satu hati dan hati lain memiliki hubungan yang erat. Tapi, eratnya hubungan tidak diperoleh begitu saja. Perjuangan pak polisi untuk dapat mengikatkan hatinya dengan si penjahat sangat hebat. Setiap detail si penjahat ia cari tahu, agar ia bisa merakasan kehadiran si penjahat. Padahal, si penjahat dan pak polisi adalah dua pihak yang berbeda tujuan, sifat dan karakter, baik dan jahat.

Ada benang antara hatiku dan hatimu, jembatan tipis antara dua hati yang berbeda, dua insan yang berbeda. Namun, benang itu sangat tipis, dan mungkin bisa putus. Hingga salah seorang diantara kita merawat dan menjaganya.

Ada pintu yang terbuka diantara hatiku dan hatimu, pintu kasih, pintu cinta, pintu sayang. Namun, pintu itu kadang terkunci, dan sulit membukanya kembali. Hingga salah seorang diantara kita dengan ikhlas membukakannya, atau setia mengetuk daun pintunya.

Haruskan salah seorang diantara kita jadi pak polisi ?, atau si penjahat ? Bukankah ikatan antara hati itu Hakekat setiap hati untuk memilikinya ?

Haruskan menunggu pak polisi menyelidiki hati kita, kemudian setelah peluh, keringat, waktu yang terbuang, baru kita buka hati kita ? kenapa tidak kita buka saja di awal ?, kenapa harus mempertahankan pintu hati kita tertutup ? Apakah kita si penjahat ?

Saatnya tuk kembali, saatnya tuk ikuti … Kata Hati.
Biarkan senandungmu mewarnai dunia …
Tebarkan Cinta dan terus bernyayi …
Nyanyikan lagu yang menghibur hati …
Hati yang sepi dan terus bersedih ..

One thought on “Antara Hatiku dan Hatimu

Apa pendapatku tentang artikel ini?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s