AKU, siapa ?

Seakan dibangunkan dari tidur yang sangat panjang, oleh sebuah status di FN yang saya buat sendiri secara natural.

Memahami banyak karakater orang sekitar memang menyenangkan, namun … terlupa akan satu hal, membaca dan mengerti siapa diri ini …

Beberapa hari, saya habiskan membaca dan mangerti orang lain. Berbagai macam cara dilakukan. Misalnya,  menanyakan berbagai macam pertanyaan yang sebagian orang bilang, “lebay banget sih …”. tapi anehnya, tetep aja mereka jawab. Pertanyaan yang muncul dengan sendiri, tanpa ada perencanaan sebelumnya.

Boleh jadi, mereka dikatakan “korban kejahatan”. Untungnya, tidak ada satupun dari mereka yang melaporkan ke pihak yang berwajib. Kalo pun ada, saya sudah siap dengan data pembelaan, ditemani seorang pengacara, yang bernama “ friendship ”.

Yup, itulah aktifitas beberapa hari ini. Bukan hanya satu, bahkan beberapa orang sudah masuk “perangkap”, dan dengan mudah terbaca karakternya. Kadang saya tersenyum, saat sebuah pertanyaan pendek, mereka jawab dengan penuturan yang sangat lama, sampe habis 1 lembar A4. Entah, apa yang menyebabkan hal itu terjadi.

Namun, jujur, semua itu saya lakukan bukan untuk membuat satu benang pemisah, atau sebagai sarana mengejek, intimidasi, menertawakan para “korban”. Tapi, murni sebagai wujud rasa ingin tahu seorang teman, tentang siapa, apa, kenapa, dan bagaimana kalian menempatkan diri dalam menyikapi masalah. Satu hal yang paling penting, saya bisa berusaha untuk menjadi orang yang bisa berperan dengan baik, memainkan aktor sebagai seorang teman.

Walaupun, ada sebagian yang justru sebaliknya, semakin jauh dan renggang. Maklum, saya masih belajar, tumbuh dan berkembang.

Tapi, satu waktu saya termenung. Mencoba flashback tentang semua aktifitas itu, dan merasakan tamparan keras. Saya tersadar, selama ini disibukkan memperhatikan orang lain, namun … saya lupa, membaca dan mengerti diri ini. Melupakan pertanyaan, siapa aku ? apa ? Kenapa ? dan bagaimana ? . Saya lupa, membuat list pertanyaan lebay untuk diriku sendiri, saya lupa ber-chat dengan sisi keduaku, hati nurani. Saya lupa, bertanya pada mereka siapa diri ini. Saya lupa, yah, saya memang pelupa.

Kadang, muncul sebuah pertanyaan … kenapa, mereka tak balas tanya ? apa mereka takut ? atau, belum bisa melakukan itu ? atau … mereka punya cara lain, apa yah kira – kira. Atau … mungkin, saya yang salah dalam membaca … siapa mereka.

Whatever, banyak sisi hati yang tak bisa disentuh. Bagian yang memiliki label “private”, bukan “public”. Sulit untuk menjangkaunya.

Secangkir kopi akan terasa nikmat, setelah dicicipi. Satu hal yang saya pegang teguh, setelah rentetan data saya dapatkan. Dan saya bersyukur, ada beberapa hal yang membuat hati nurani saya meloncat kegirangan, terpicu untuk menulis sesuatu tentang mereka. Walaupun, baru beberapa orang yang berhasil saya gambarkan dalam kata.

Jangan tanya ini siapa, tapi, diantara mereka, ada dalam karya ku, Nei, Bintang, Anna, R.I.N.D.U, dan Nada. Ada beberapa yang masih dalam “perenungan”. Namun, sayang, ke-lima karya ini, masih tersimpan dalam brankas, belum bisa di publish. Karena masih banyak cacat, dan takut menyinggung. Sebagian sudah mendapatkan ijin dari si”korban”, sisanya … belum.

Membaca kembali semua karya itu, saya tertunduk malu … tak bisa mebuat satu kisah tentang diriku sendiri. Satu pertanyaan besar muncul,  saya yang bodoh ? gak punya cermin ? atau … memang itu mustahil ?

celoteh-an si kucing, mengisi hari – hari yang penuh perenungan.

Dinda Agus Triyana

4 thoughts on “AKU, siapa ?

Apa pendapatku tentang artikel ini?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s