Bebek buruk rupa dan rumah kaca

Sudahkah kita mengenal ‘Siapa’ diri kita sebenarnya?

Dihutan belantara, hiduplah seekor bebek. Ia selalu hidup sendiri, menyendiri, dan kesepian, tanpa teman. Ia dijauhi oleh penghuni hutan karena ia buruk rupa. Wajahnya berbeda dengan bebek yang lain, padahal tubuhnya sama seperti bebek biasanya.

Ia selalu bermimpi mempunyai teman yang sangat banyak, bermain dan bercanda bersama. Tapi, itu semua mungkin hanya khayalan saja. Sekeras apapun ia mencoba bergaul dengan yang lain, yang ia dapatkan hanya ejekan dan sindiran.

Suatu hari, si bebek berjalan di pinggir sungai. Tak sekali pun ia menatap kearah air sungai, karena takut melihat wajahnya sendiri. Seperti ada trauma yang tersimpan dalam hatinya.

Saat sedang asyik berjalan, dia mendengar bunyi – bunyi aneh dibalik belukar. Ia pun pergi untuk memastikan, dan “aaa,,,”, ia terkaget, lalu berlari menjauh. Ternyata yang ia temui adalah seekor ular besar yang ganas.

Karena sangat takut, ia berlari begitu ceroboh. Tak sengaja, ia pun jatuh dan tubuhnya terguling guling, sampai masuk ke sebuah rumah. Saat ia membuka matanya, ia tersentak, karena ia melihat dirinya ada begitu banyak dengan berbagai bentuk. Ada yang gemuk, kurus, bengkok, lonjong, tinggi, dan lainnya.

Si bebek berusaha mencari jalan keluar, namun tidak bisa ia temukan. Dimana – mana hanya ada bayangannya sendiri. Ia lari kedepan, balik lagi, ke arah kiri, kanan, percuma, tak satupun pintu ia temukan.

Si bebek yang kelelahan duduk didepan sebuah kaca yang sangat besar. Ia melihat seekor bebek disana. Namun, semakin dalam ia amati bayangan itu, rasa heran pun semakin besar. Ia melihat seekor bebek yang begitu gagah dan menawan. Bulunya putih dan bersih, matanya indah, dan sayapnya pun besar.

Siapakah gerangan bebek menawan itu??

Si bebek melihat kesekeliling, namun ia tak menemukan siapapun selain dirinya. Lama ia tertegun, kemudian ia tersadar bahwa, bebek gagah nan menawan itu adalah dirinya. Dan sejak kejadian tersebut, si bebek jadi lebih percaya diri, dan tidak malu lagi bergaul dengan yang lain.

Makna :

– Kita selalu butuh cermin untuk melihat siapa diri kita yang sebenarnya. Kadang kita merasa lebih rendah dari orang lain, padahal tanpa kita sadari ada banyak kelebihan yang kita miliki.

– Sebaliknya, kita kadang merasa hebat, padahal kita tak sehebat yang kita anggap.

– Cermin yang paling baik, adalah hati yang bersih, teman yang baik, dan saudara seiman yang baik akhlaknya.

semoga bermanfaat, salam celoteh

26 thoughts on “Bebek buruk rupa dan rumah kaca

  1. Bagus sekali cerita motivasi ini. Iya betul, walau apapun kekurangan atau kelebihan diri kita, sentiasalah yakin dan percaya dengan diri sendiri. Jangan pernah bangga dengan kelebihan yang ada kerana ada lagi yang lebih baik daripada kita.

  2. cerita ini cerita yang sangt hebat banget
    mudah-mudahan setelah membaca mudahan cermin terbaik adalah teman yang baik akan kemabli kepada sifat aslinya untyk mernjadi teman dan sahabat saya
    minta doanya ya sobattt
    salam kenal kunjungan perdana

Apa pendapatku tentang artikel ini?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s