Jangan malu menjadi Kura-kura..

Ubah pola pikir anda

(celoteh) Pernahkah anda melihat seekor kura-kura?

Apa hal pertama yang melintas dalam pikiran anda?

Badannya yang bulat, cangkangnya yang keras, atau mungkin yang paling pertama melintas adalah kura-kura yang lambat.

Melihat tayangan film kartun, hampir setiap saat kura-kura ditokohkan sebagai seekor binatang yang lambat. Dalam dongeng anak-anak pun seperti itu.

Akhirnya, semua hal yang ‘lambat’, selalu lekat istilahnya dengan kura-kura.

Padahal sebenarnya kura-kura jauh lebih cepat daripada Kancil, Zebra atau Macan sekalipun! Sangat cepat, sangat cepat… jika kura-kura bertanding di dunianya, Air.

Coba anda tandingkan, Kancil melawan Kura-kura berenang menyebrangi sungai yang dalam airnya. Manakah yang lebih dulu sampai di seberang?

Di satu sisi, memang benar kura-kura itu lambat saat berjalan di darat. Karena daratan bukanlah dunianya. Struktur tubuh kura-kura tidak diciptakan untuk bisa melangkah cepat di daratan. Tapi, saat ia berada di air, gerakannya jauh berbeda. Ia melesat, meluncur didalam air, menyelinap diantara karang, tanpa ada beban sedikitpun, sekalipun cangkangnya keras dan tebal.

Belajar dari se-ekor kura-kura, Banyak orang yang merasa hidup ini berjalan lambat, pelan seperti kura-kura. Usaha yang tak jua menghasilkan keuntungan. Ia merasa pesimis dengan dirinya, ia merasa begitu banyak kelemahan yang ada pada dirinya, yang menyebabkan kegagalan, kegagalan dan kegagalan yang selalu ia dapatkan.

Kesedihan itu akan selalu membayanginya, jika kita belum juga menemukan Siapakah diri kita sebenarnya.. Who I Am.

Siapapun kita, sekalipun kita seperti se-ekor kura-kura yang lambat, sering dimarahi atasan, usaha tak kunjung menghasilkan keuntungan.. Saatnya kita mengubah Pola pikir dan Pola hidup kita, dan mencari tempat yang cocok untuk kita. Ibarat se-ekor kura-kura yang lebih unggul saat berada di dalam air, begitupun dengan kita.. harus segera menemukan area ‘Air’ itu, dan berenang, bergerak lebih cepat disana.

Ubahlah sudut pandang kita terhadap diri kita sendiri, jangan terlalu banyak melihat kekurangan diri, dan mulailah mengembangkan kelebihan yang kita miliki.

Jika malam dengan siang, hidup dengan mati, panas dengan dingin, semua saling berpasangan.. maka dibalik setiap kekurangan yang kita miliki, PASTI ada kelebihan yang menyertainya.

Apa pendapatku tentang artikel ini?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s