Yang lalu biarlah berlalu..

Jangan Bersedih

(celoteh) Setiap orang punya masa lalu, saya, anda, mereka dan siapapun yang pernah hidup di dunia ini, pasti memliki masa lalu. Masa lalu setiap orang itu berbeda-beda, ada yang bahagia, gembira dan penuh suka cita, namun tak sedikit yang masa lalunya sedih, nelangsa dan penuh duka cita. Yang manakah anda?

Terserah, yang manapun masa lalu kita, bagaimanapun keadaanya, no problem! Karena nasib kita hari ini dan esok tidak dipengaruhi oleh masa lalu kita.

Banyak orang yang terjebak dalam masa lalunya. Sepanjang harinya hanya di isi dengan ratapan dan penyesalan terhadap masa lalunya, tanpa disertai perbaikan. Ia merasa ingin kembali ke masa lalu, dan berusaha memperbaikinya. Mungkinkah kita kembali? Mungkinkah?

Mengingat dan mengenang masa lalu, kemudian bersedih atas nestapa dan kegagalan didalamnya merupakan tindakan bodoh dan gila. Itu, sama artinya dengan membunuh semangat, memupuskan tekad dan mengubur masa depan yang belum terjadi. Apakah Anda ingin mengembalikan air sungai ke hulu, matahari ke tempatnya terbit, dan air mata ke dalam kelopak mata? (Laa tahzan)

Salah satu penyebab kesedihan itu kekal kita rasakan adalah dengan terus meratapi masa lalu kita yang penuh kesedihan. Padahal hari ini bukanlah kemarin, angin akan selalu berhembus ke depan, air akan mengalir ke depan, setiap kafilah akan berjalan ke depan, dan segala sesuatu bergerak maju ke depan. Lalu, kenapa kita ingin kembali ke belakang?

STOP! mengenang masa lalu. Semakin lama kita tenggelam dalam kenangan itu, maka semakin banyak waktu yang terbuang, semakin banyak nikmat yang lupa kita syukuri. Bukankah indah rasanya kita masih diberikan nikmat mata dapat melihat, hidung dapat mencium, mulut dapat berbicara, kaki dapat melangkah, dan segala hal yang sungguh Tidak Kita minta, namun dengan tanpa pamrih kita diberikan semua nikmat itu.

Anda acapkali memikirkan sesuatu yang tidak ada, sehingga Anda pun lupa mensyukuri yang sudah ada. Jiwa Anda mudah terguncang hanya karena kerugian materi yang mendera. Padahal, sesungguhnya Anda masih memegang kunci kebahagiaan, memiliki jembatan pengantar kebahagian, karunia, kenikmatan, dan lain sebagainya. Maka pikirkan semua itu, dan kemudian syukurilah! (Laa Tahzan)

Pikirkan dan Syukurilah Nikmat yang diberikan-Nya..

Yang lalu biarlah berlalu..

2 thoughts on “Yang lalu biarlah berlalu..

Apa pendapatku tentang artikel ini?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s