Dua ceplok telor dan restoran mewah

Ada sebuah keluarga, lima orang anak dan sepasang suami istri yang harmonis. Keluarganya tergolong sakinah, damai dan tentram. Sekalipun kondisi ekonominya pas-pasan. Pas laper, pas ada makanan yang pas buat bikin perut kenyang.

Suatu hari si Ayah berkata pada keluarganya saat makan malam bersama, “Besok malam, ayah mau ajak semuanya makan makanan mewah di restoran yang paling mewah”. Seketika, anak beserta istrinya itu pun terkejut sekaligus tidak percaya. Istrinya berkata,”ayah, boro-boro makan di restoran mewah,, besok aja belum tentu makan atau enggak”. Anak-anaknya pun mendukung pernyataan ibundanya itu. Tapi si Ayah tetap teguh dengan pendiriannya, bahwa besok malam sekeluarga makan malam di sebuah restoran yang paling mewah. Lalu, malam harinya, sekeluarga pun melaksanakan shalat tahajjud berjama’ah. Kemudian si Ayah berdo’a, “Ya Allah, ijinkanlah besok malem kami sekeluarga makan malam di restoran yang mewah”.

Esok harinya, kembali sekeluarga itu berkumpul untuk makan malam. Sengaja malam itu, si Ibu tidak memasak apapun, karena permintaan si Ayah yang berkata bahwa malam itu mereka akan makan malam di restoran yang mewah. Lama mereka menunggu penuh harap sambil menahan lapar, sudah lewat dari jam makan malam biasanya. Tak kunjung pula muncul tanda-tanda bahwa mereka akan makan malam di restoran yang mewah. Akhirnya, setelah bosan menunggu mereka pun pasrah. Lalu, si Ibu segera masak telor ceplok, lalu ia belah menjadi tujuh, kemudian makan malam bersama pun dimulai.

Tapi, luar biasanya si Ayah, tidak pernah menyerah dengan kegagalannya malam itu. Tak henti-hentinya ia berdo’a agar ia bisa ajak keluarganya makan malam di restoran yang mewah.

Seminggu kemudian, mereka sekeluarga naik angkot bersama menuju rumah setelah seharian belanja. Tiba-tiba, si Ayah menghentikan angkotnya tepat didepan sebuah restoran mewah. Ia pun mengajak keluarganya masuk kedalam. Entah apa yang terjadi dengan si Ayah, dengan santai ia mengajak keluarganya masuk ke dalam restoran. Berkali-kali si Ibu mengingatkan suaminya itu bahwa saat itu mereka tidak memiliki dana untuk makan disana. Tapi si Ayah tak kunjung menghentikan langkahnya, terus berjalan masuk, terpaksa keluarganya pun mengikutinya sambil harap-harap cemas.

Merekapun masuk, dan menduduki sebuah meja yang kosong. Disana ada dua meja dan tujuh kursi. Dua meja itupun disatukan, pas sekali untuk mereka sekeluarga. Kemudian datanglah pelayan menawarkan beberapa menu yang ada. Tanpa memeriksa secara menyeluruh, si Ayah berkata, “Saya pesan makanan paling mewah disini untuk tujuh porsi”. Seketika itu, istrinya kaget bukan main. Ia membayangkan dari mana dapat membayar semua makanannya malam itu. Sedikit kesal ia bertanya pada suaminya, “Ayah, jangan main-main!, mau bayar pake apa nanti?”. Si ayah tetep nyantai, dan ia berkata, “Bu, kita kan sudah berdo’a, sudah minta sama Allah, yakinlah Allah akan menolong dan mengabulkan do’a kita”. Akhirnya si Ibu hanya bisa diam dan berusaha ikut-ikutan percaya dengan keyakinan suaminya.

Kemudian datanglah makanan yang mereka pesan, tujuh porsi makanan paling mewah. Beberapa saat sebelum mereka makan, tiba-tiba berdirilah seorang bapak-bapak di meja lain. Lalu, ia berkata kepada seluruh pengunjung restoran malam itu, “bapak dan ibu, serta pengunjung lain yang ada di restoran ini. Hari ini, saya sedang merayakan ulang tahun eyang saya. Jadi, semua makanan yang anda pesan biar saya yang bayar. Silahkan makanlah sepuasnya. Mohon do’anya semoga nenek saya sehat dan terima kasih atas partisipasinya”.

Seketika itu, Si Ayah dan keluarganya bersyukur karena do’a mereka, impian mereka terkabul. Dan luar biasanya, di restoran itu hanya ada 8 meja, dan pada saat keluarga ini datang, hanya dua satu meja yang tersedia. Meja terakhir itulah yang mereka tempati. Sepertinya sudah skenario Allah, menyediakan dua meja terakhir untuk keluarga itu.

Subhanallah, beginilah cara Allah membahagiakan, mengabulkan impian yang kita inginkan dengan cara-Nya sendiri. Mungkin kisah diatas hanyalah kisah kecil yang ringan, dan terkesan mengada-ada. Tapi, ini adalah kisah nyata, dan saya dapatkan dari ceramah ust. Yusuf mansyur, dengan beberapa bagian yang saya tambahkan atau kurangi, karena tidak ingat secara keseluruhan. Namun isinya masih tetap sama. InsyaAllah.

Semoga bermanfaat.

10 thoughts on “Dua ceplok telor dan restoran mewah

  1. Ane selalu belajar dari kisah orang kecil namun berhati besar,, yukk mari sebarkan ilmu seluas-luasnya..🙂

  2. Doa memiliki kekuatan yang luat biasa, apapun yang ingin kita jalankan saat ini atapi masih sebatas impian senantiasalah kita iringi dengan doa yang kusyuk
    Ceritanya sangat menggugah hati untuk senantiasa dekat dengan Allah SWT, terima kasih sharingnya..

Apa pendapatku tentang artikel ini?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s