Kereta Tua..

sebuah perpisahan

sebuah perpisahan

Ada sebuah kereta yang sedang berjalan, melintasi berbagai macam daerah, hutan, sungai, sawah, gunung, rumah, selokan, dan jutaan kerikil. Kadang ia berhenti di stasion untuk mengisi tenaga atau hanya sekedar mampir dan menyapa masinis. Kereta itu sudah tua, bahkan terlalu tua untuk dikatakan layak digunakan.

Dulu ia bisa melaju begitu cepat, mengangkut ribuan orang dan barang. Bahkan, orang-orang selalu menunggunya distasion yang ia lewati. Tapi, itu dulu.. sekarang, catnya sudah luntur dan terkelupas, puluhan baret tipis menghiasi rangkanya, derit jeritan baja-baja karatan jadi pengiring selama perjalanan.

Kini, Kereta tua merasa sudah waktunya untuk istirahat..

Tapi, sebelum mesinnya benar-benar mati, si kereta tua berusaha memberikan perjalanan terbaik untuk terakhir kalinya. Ia berjuang dalam perih luka-luka sayatan dan retakan baja-baja karatan. Ia berusaha berjalan selembut mungkin supaya penumpangnya nyaman.

Disepanjang jalan, tak lagi terdengar nyanyian rintihan baja yang karatan, melainkan suara hati si kereta tua, menyenandungkan nada-nada perpisahan..

Aku masih ingat saat indah, pertemuan aku dengan kalian..

Aku masih tak mengenal kalian dan kalian pun sama..
Aku asing bagi kalian, juga kalian asing bagiku..
Tapi, waktu berlalu, perlahan kita pun tahu..
Siapa aku dan siapa kamu..
Dan kita pun terus bersama..
Melewati segala suasana..
Kalian menemaniku kemanapun aku pergi..
Dan aku, setia mengantarmu kemanapun kau mau..

Yah, kadang aku mendengar ejekan dan rasa kesal kalian..
Saat aku sengaja berhenti mendadak..
Atau tidak nyaman di sepanjang jalan..

Maaf jika itu merusak suansana bahagiamu..
Maaf jika kalian sering pegal-pegal setelah berjalan bersamaku..
Maaf jika bau-bau busuk menenami tidurmu..
Maaf…
….

Tapi, aku akan tetap mengantarmu..
Berusaha sekuat tenaga..
Semampuku..
Dalam berbagai situasi dan kondisi..
Saat hujan atau pun panasnya matahari..
Saat senang dan sedihnya hati..
Aku akan selalu berusaha mengantarmu..
Sekalipun hanya sampai setengah perjalananmu..

Ada pertemuan, ada perpisahan..
Dan sekarang, saatnya aku mengucapkan kata yang sangat kubenci..
Juga mungkin kalian benci..
SELAMAT TINGGAL

Kereta tua pun melaju, dan ia pun tiba di stasion awal tempat ia berangkat pertama kalinya. Tapi, ia tidak berhenti di jalurnya, melainkan terus maju perlahan ke tempat peristirahatan.

Selamat tinggal kereta tua..

2 thoughts on “Kereta Tua..

  1. pa, salam kangen dari anak VII AS-Salam, pa kami disini kangen sama bapak, kangen sama lucuan bapak, kangen ngobrol bareng bapak, kangen belajar bareng bapak , pokok nya serba kangen lah pak. pak semoga sukses ya pak, moga ja kita bisa ketemu lagi di lain waktu…!

Apa pendapatku tentang artikel ini?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s