Jika orang lain sibuk merusak ini kesempatanmu untuk sibuk memperbaiki

Lama gak nulis, rasanya hambar. Kayak sayur tanpa wortel, atau sambel tanpa cabe. Jadi kangen sama wortel dan cabe, gimana kabarnya mereka yah, semoga pernikahan mereka gak jadi, gak kebayang gimana rasanya kalo wortel sama cabe menikah, jadi wortel rasa cabe atau cabe rasa wortel.

Bicara soal wortel dan cabe yang akan menikah, saya jadi inget kasus korupsi yang ada di Indonesia. Kok bisa? Yah, bisa aja, soalnya waktu itu istriku masakin sayur sop plus wortel dan tempe goreng plus sambelnya, tapi sambelnya yang pake cabe. Nah saat itulah saya nonton tivi yang ada berita korupsinya.

Kayaknya hampir tiap hari, bahkan tiap saluran berita punya siaran khusus soal korupsi. Ibarat sayur tanpa garam, korupsi itu garamnya.
Korupsi itu garamnya…
Korupsi itu garamnya…
Korupsi itu garamnya…

Dan garam itu murah, garam itu ada di warung kecil, di pinggir jalan, di gang, di deket pos ronda, di sebelah tempat sampah, di tempat sampahnya pun ada.

Di kantor ada obrolan soal garam, di kampus juga ada, di rumah juga ada, dimana-mana ada. Nampaknya negeri ini sudah terinfeksi virus garamidae. Akibatnya banyak orang yang merasa hidupnya hambar karena bosen punya mobil Ferrari atau motor ducati, rumah mewah megah dan wah. Mereka pun mencari garam di kantor, di APBD, di APBN, di APe AJe.

Kian hari makin bertambah penderita virus garamidae ini, gak ada matinya kayak sinyal kartu GSM di iklan-iklan, inget, di IKLAN. Sampe saat ini belum ada obat yang ampuh untuk virus ini.

Sebagai warga Negara yang baik, saya layak untuk khawatir. Kalo virus ini tidak segera diobati. Lalu apa obatnya?

Minum larutan cap kaki empat, gak mempan…
Makan sosis so-baik tiap hari juga gagal…

Sampe kapan selesainya wabah ini, akankah derita yang aku rasakan akan berlanjutnya sampai anak dan cucu, serta cucunya cucuku!!

Banyak yang terus memikirkan ini sambil tiduran, malas-malasan, bolos kerja, buang sampah sembarang, saling hina, gali kesalahan orang, cari muka jadi pahlawan. Klo gini terus, kapan beresnya?

Dalam kondisi yang serba banyak Tanya, saya buka Twitter, trus nemu tweet yang pas, kata mas @Prie_GS ? “Jika orang lain sibuk merusak ini kesempatanmu untuk sibuk memperbaiki”.

That’s all,
Thanks.

One thought on “Jika orang lain sibuk merusak ini kesempatanmu untuk sibuk memperbaiki

Apa pendapatku tentang artikel ini?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s