Untuk yg Spesial

Ada sebuah taman, lengkap dengan bunga-bunga yg mekar, indah dan nampak megah. Ada berbagai macam bunga yg tumbuh disana.

Saya pun tergoda untuk bermain di taman itu, melihat sekeliling, tak hentinya berucap syukur, kagum atas ciptaan-Nya yg luar biasa.

Asyik berkeliling, tepat diujung taman, ada sebuah gubuk, dan seorang kakek duduk diteras depannya. Saya pun mendekati kakek itu.

“hai kek!”, sapa ku.

“hai anak muda, kau nampak sehat”, balas kakek.

“maaf, kakek lagi apa disini?”, tanyaku.

“biasa anak muda, duduk melihat bunga”, jawabnya.

“kakek tidak nampak seperti wisatawan… “ sambil mengamati kaos lusuh, celana yg dipenuhi tanah kering, sepatu bot bebaris rapih di sisinya.

“memang kakek bukan wisatawan nak”, tegasnya.

“lalu, kakek ngapain disini? Kan banyak nyamuk loh”, tanyaku kembali.

“duduk melihat bunga nak, kakek sudah jawab tadi, sekali nanya lagi, dapet gelas loh!”, canda kakek.

“sudah berapa lama dsini kek?, tanyaku heran.

“mungkin dari seusia kamu nak”, jawabnya.

“wah, lama juga yah kek. Selama itu kakek Cuma duduk disini, melihat bunga?” tanyaku.

“sini, duduk bareng kakek”, ajaknya.

Saya pun duduk disebalah si kakek, sekilas nampak lemah, namun badannya masih tegap.

“emang ada apa kek?”, tanyaku sambil memperhatikan si kakek

“nak, lihat sekitarmu”, titahnya.

“taman bunga, bunga dimana-mana”, kataku.

“yah, betul, tapi, ada yg aneh dengan bunga-bunga itu?” tanya si kakek.

“aneh sih enggak kek, tapi, tiap bunga punya bentuk, waran, dan wangi yg berbeda”, jawabku.

“tepat sekali! Ada banyak jenis bunga disini”, tegas kakek.

“trus? Maksud kakek apa?”, tanyaku.

“anak muda, sekilas, nampak barisan bunga, dilihat lebih dekat, ada banyak jenis bunga, lebih dekat lagi, tiap bunga berbeda-beda”, jelas kakek.

“trus kek?”, desakku.

“sabar anak muda, kakek ambil nafas dulu, lupa tadi naro dimana”, gurau kakek.

Kubalas dengan senyum.

“nah, lama kakek disini, kakek jadi belajar banyak hal, salah satunya, ternyata tiap bunga punya masing-masing cara untuk tumbuh”, terang kakek. “Yang warna ungu itu, kalo terlalu sering disiram, dia layu. Nah, yg merah disana, harus sering disiram. Trus, yg putih ditengah, hanya disiram bagian akarnya saja”.

“hemm.. trus kek?”, tanyaku.

“nah, kalo ibaratnya bunga-bunga ini manusia, atau orang-orang disekitar kita, maka perlakuan kita pun mirip seperti halnya kakek merawat bunga-bunga ini”, lanjut kakek.

“ohh.. harus disiram gitu kek?”, tanyaku.

Si kakek melirikku, menarik nafas panjang.

“ada orang yg kau sayangi anak muda?”, tanyanya.

“ada kek”, jawabku.

“banyak?”, tanyanya.

“banyak kek”, jawabku.

“yg spesial, ada?”, tanyanya kembali.

“ada kek, beberapa”, jawabku.

“nah, diantara ratusan bunga disini, ada juga bunga yg spesial buat kakek, bunga yg tadi kakek sebutin”, terang kakek.

“dan kamu harus tau nak muda, saking spesialnya mereka, kakek tak kan pernah rela mereka layu, kakek berjuang, berkorban, berusaha untuk melakukan hal-hal spesial agar mereka tetap mekar berseri”, lanjutnya.

“gak capek kek?”, tanyaku.

“selama mereka berseri, lelah kakek menguap hilang”, jawabnya.

“gitu yah, ajaib kek”, balasku.

Si kakek hanya mengangguk sambil tersenyum.

“kek, saya pulang dulu yah!”, kataku.

“eh, kakek cerita panjang lebar, Cuma gitu doang tanggapanmu nak?”, protes kakek.

“maaf kek, saya buru-buru… disana, ada mereka yg spesial, yg kusayangi, yg harus segera ku jaga seperti halnya kakek menjaga bunga2 ini, menungguku”, balasku. “saya gak mau kehilangan satu pun moment saat mereka tersenyum”.

Dan saya pun bergegas pergi, meninggalkan si kakek bunga, segera ingin bertemu, mereka yg spesial.

Advertisements

Apa pendapatku tentang artikel ini?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s