25
Jan
Oleh dindaagustriyana pada Aku dan Hari-ku, Berita, Celotehan si "Jomblo". Ditandai:indonesia, sepakbola, trofi piala dunia. & Komentar
Suasana di istana negara menjadi ramai, saat kedatangan tamu luar negeri yang sangat terkenal. Terlihat senyum senang bapak presiden yudhoyono saat mengangkat Trofi Piala Dunia 2010, hari senin kemarin.
Disusul dengan wartawan istana yang bergantian foto bareng trofi piala dunia. Namun, sayangnya trofi itu Cuma mampir.
Miris saat melihat kondisi itu disandingkan dengan kondisi Dunia Sepakbola di Indonesia. Saat orang lain ramai membahas strategi bertanding untuk memenangkan piala dunia, Indonesia pun ikut ramai membahas “keributan apa yang harus ada” di pertandingan nanti, lempar botol, batu, rubuhin pagar, atau bawa pentungan buat mukul sporter lawan ?
Bosan rasanya lihat pertandingan sepakbola Indonesia, dugaan saya sih, pendukung (sporter) team yang ada punya prinsip bersama, yaitu “Gak ada Keributan, Gak Rame”. Rusuh antara Viking vs Bonek, the Jack vs Viking, the Jack vs Bonek, dan seterusnya. Entah menang, ataupun kalah, tetep aja Ribut. Melihat kejadian ini, jadi inget lagu fenomenal punya alm. Mbah Surip. Kalo gak salah, bunyinya kayak gini :
Menang lagi, ribut lagi
Menang lagi, ribut lagi
Menaaaaaaaaangggg, Ribut lagi …
Ha ha ha ha ha … ha ha ha ha …
Terserah apa kata orang, pepatah mengatakan “Kucing Mengeong, Kafilah Berlalu“.
Maju terus Sepakbola Indonesia, Lain Kali, Trofi itu Harus Tinggal dan Menetap di Indonesia, gak Cuma Mampir!
Dinda Agus Triyana, 26 Januari 2010
25
Jan
Oleh dindaagustriyana pada Aku dan Hari-ku, Hikmah, Oase Iman. Ditandai:anak, Ayah, Bambu, cinta, kisah, Marah, sahabat. & Komentar
Sahabat, pernah kita marah sama orang lain ? Banyak kata yang terucap, entah itu ejekan, celaan, sindiran, atau hinaan. Tak jarang isi kebun binatang pun ikut menghiasi kata – kata kita. Namun, dengan mudahnya kita anggap itu hal biasa, “Toh, minta maaf aja beres, tul gak ?”.
Teman, ada seorang anak yang sering sekali marah. Di sekolah, tempat bermain, kepada siapa saja kapan saja. Padahal, temannya tak sengaja melakukan kesalahan. Tetap saja ia marahi.
Sang ayah merasa sedih dan prihatin dengan kondisi anaknya. Perlahan, orang – orang disekitarnya mulai menjauh. Kalau dibiarkan, tak ada seorang pun yang mau jadi temannya nanti. Kondisi ini harus segera dihentikan.
Sepulang sekolah, ayah mengajak anaknya untuk belanja. Hingga mereka tiba disebuah toko material, kemudian membeli sebatang bambu, sebungkus paku, dan sebuah palu.
“Ayah, untuk apa kita beli barang – barang itu ?” tanya si anak.
“oh, ini untuk ayah nak. Ada sesuatu yang harus ayah buat di pekarangan belakang”, jawab ayah dengan bijak.
“Buat apa ayah ?” tanya si anak.
Ayah hanya menjawab dengan sebuah senyuman. Setelah selesai berbelanja, mereka berdua pun pulang ke rumah.
Lanjutkan membaca
25
Jan
Oleh dindaagustriyana pada Berita, Tahukah kamu ?. & Komentar
Seorang wartawan yang baru beberapa bulan bekerja di salah satu majalah terkenal di negera Arab menjelaskan bahwa Gaza adalah pusat kesehatan terbesar (The Biggest Health Center) di dunia. Ceritanya bermula ketika sekretaris pimpinan redaksi (Pemred) majalah itu memberitahukan bahwa wartawan bernama Sa’id itu harus segera menghadap sang Pemred. Dengan hati gembira, wartawan yang masih muda dan enerjik tersebut segera menghadap pimpinannya.
Sa’id diterima dengan sangat hangat oleh pimpinannya sambil berkata : Selamat datang wartawan muda…. Terbukti keberadaan Anda yang tidak begitu lama di Gaza telah membuktikan pada kami bahwa Anda adalah wartawan yang tangguh dan serius. Saya mewakili pimpinan media ini mengucapkan banyak terima kasih..
Sebagai imbalannya, saya memutuskan Anda menulis laporan utama untuk terbitan pekan depan terkait dengan blokade terhadap Gaza yang dilakukan oleh Yahudi dan pemerintah Mesir. Sa’idpun menjawab dengan penuh semangat : Terima kasih pak atas kepercayaan yang diberikan kepada saya. Semoga saya bisa melaksanakan tugas mulia ini dengan baik dan maksimal. Tema Gaza ini memang menjadi konsentrasi saya sejak saya diterima bekerja di majalah ini.
Lanjutkan membaca
25
Jan
Oleh dindaagustriyana pada Berita. Tinggalkan sebuah Komentar
Ketua Biro Politik pada Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) Palestina Khalid Mishal memperingati dunia Islam, utamanya negara-negara Arab, akan rubuhnya Masjid al-Aqsha di Yerusalem (Alquds) akibat aktivitas penggalian yang terus menerus dilakukan pihak Israel.
Dikatakan Mishal, Masjid al-Aqsha dan bilangan Alquds saat ini berada dalam status bahaya dan darurat beriringan dengan proses “pembersihan” tempat-tempat bersejarah Islam di sekitar wilayah kota suci itu.
“Dan saya sangat takut jika Masjid al-Aqsha akan runtuh secara tiba-tiba,” kata Mishal dalam acara peringatan setahun mengenang perang Gaza yang digelar di Damaskus, Suriah, Jum’at (22/1) kemarin, sebagaimana dilansir Aljazeera.
Mishal menegaskan, bahwa krisis Masjid al-Aqsha dan masalah Palestina adalah krisis dan masalah bersama dunia Arab dan Islam.
Selain itu, Mishal juga menyinggung pentingnya komitmen dan persatuan negara-negara Arab untuk bersama-sama membuka blokade Gaza yang dilakukan Israel sejak 2006 silam serta membangun kembali Gaza yang hancur akibat serangan Israel setahun silam. (jzr)
sumber : eramuslim.com
24
Jan
Oleh dindaagustriyana pada Aku dan Hari-ku, Celotehan si "Jomblo". Ditandai:pesan, rahasia, saudariku. & Komentar
Wanita, sebuah perhiasan dunia yang begitu berharga. Lembut hatinya, indah tutur katanya, baik perangainya, dan sopan kata – katanya. Permata dunia yang tak ternilai harganya.
Wahai saudariku, bolehkah ku tuliskan sebuah pesan untukmu. Sebuah renungan tentang rahasia dibalik keindahan mu itu. Bisa jadi, ini sebuah nasehat, namun, apalah daya diri yang lemah ini menasehati engkau yang begitu indah. Tapi, isi hati ini harus dikeluarkan, agar tak membusuk.
Wahai saudariku, wanita bukan diciptakan dari tulang kepala. Yang selalu berada diatas. Menampilkan segala kelebihannya, bangga dengan kecantikan yang dimiliki, dan tak malu memperlihatkan nya pada semua orang. Selalu ingin dipandang dan diperhatikan, dan enggan melihat ke bawah.
Wahai saudariku, wanita bukan pula diciptakan dari tulang kaki. Yang selalu berada dibawah. Yang rela dirinya di injak – injak oleh orang lain. Jarang memperhatikan keindahan yang ia miliki. Diam saja saat kotoran ia injak.
Wahai saudariku, tahukah engkau ? wanita diciptakan dari tulang rusuk sebelah kiri. Yang dekat dengan Hati. Bertugas melindungi hati, agar tidak terganggu oleh gangguan dari luar, menahan tekanan yang dapat merusaknya.
Lanjutkan membaca
24
Jan
Oleh dindaagustriyana pada Berita. Ditandai:islam, dunia, jerman, eropa. Tinggalkan sebuah Komentar
Again! A bitter truth that we must swallow. Not saturated with hundreds of articles about Israel’s barbaric treatment of Palestinians, killing, massacre, boycott. Apparently, on the other hand, developing an understanding of Islam which is very harmful, Islamophobia.
Islamophobia taught in a country, community, society, to eliminate or avoid all things related to Islam. Whether it’s books, writing in a piece of paper, data on the computer, even the voice of the ustadz that must be removed so as not to be heard again by fellow Muslims.
These hearts were filled, bitter and angry, while reading some articles about the actions of a government against Muslims. It’s sad to recall an anti-Islam which prohibits a referendum to build a mosque dome in Switzerland. Isntitusi followed by the dissolution of Islam in the UK. Added the orbit to the Prophet Muhammad cartoons, bad behavior of a Danish citizen, who was so heartbreaking.
Lanjutkan membaca
24
Jan
Oleh dindaagustriyana pada Berita. Ditandai:islam, dunia, jerman, eropa. 1 Komentar
Lagi! Sebuah kenyataan pahit yang harus kita telan. Tak jenuh dengan ratusan artikel tentang perlakuan biadab Israel terhadap warga Palestina, pembunuhan, pembantaian, pemboikotan. Ternyata, di sisi lain, berkembang sebuah pemahaman yang sangat merugikan islam, islamofobia.
Islamofobia mengajarkan pada sebuah negara, komunitas, masyarakat, untuk menghilangkan atau menjauhkan segala hal yang berkaitan dengan islam. Entah itu buku, tulisan dalam secarik kertas, data di komputer, bahkan suara sang ustadz yang harus dihilangkan agar tak didengar lagi oleh sesama muslim.
Hati ini terasa terisi, getir bercampur marah, saat membaca beberapa artikel tentang tindakan suatu pemerintahan terhadap warga muslim. Sedih rasanya mengingat kembali seorang anti-islam yang melarang referendum untuk mendirikan sebuah kubah masjid di Swiss. Disusul dengan pembubaran isntitusi islam di Inggris. Ditambah lagi dengan ber-edarnya kartun nabi Muhammad SAW, ulah nakal seorang warga Denmark, yang begitu menyayat hati.
Lanjutkan membaca
16
Jan
Oleh dindaagustriyana pada Aku dan Hari-ku, Catatan Harian ku. Ditandai:kepepet, power. & Komentar
Pulang kuliah, iseng – iseng mau mampir dulu ke warnet. Mau ganti status facebook. Nyoba hal yang baru, lewat jalan belakang kampus, tau aja nemu uang 1 koper , lumayan, buat beli mobil, rumah, motor, laptop, sama bekel buat … nikah … hi hi hi …
Lewat gang sempit, terus jalan setapak. Naik sedikit ke atas bukit. Kiri kanan, kulihat saja, banyak pohon cemara (kayak lagu … ). Karena gak terlalu hapal jalan belakang, yang ada terus aja ngikutin gang, kan kata dosen bahasa juga “ kemana angin berhembus, kesitu condongnya”, padahal … gak ada angin, gak tentu dah kemana condongnya.
Gak kerasa, udah satu jam nyusurin gang. Gak nemu juga tu warnet. Gak sengaja,lewat depan rumah gede, gede banget. Segede apa ? gak usah di ceritain, bukan mau jualan rumah. Iseng – iseng, intip rumah tu, eh, ternyata pagernya gak dikunci. Iseng – iseng, masuk ke rumah tu, “heh, mau maling yah ?”, kagak dong. Mahasiswa baik hati dan tidak sombong, rajin menabung kayak aku, gak ada tuh agenda maling. Kalo maling hati dosen seh, sering ….
Lanjutkan membaca
16
Jan
Oleh dindaagustriyana pada Celotehan si "Jomblo", Hikmah, Oase Iman. Ditandai:cinta. Tinggalkan sebuah Komentar
Penulis: Abu Saifulhaq Asaduddin
Cinta adalah karunia Allah. Bahkan Allah menciptakan alam semesta ini karena cintaNya. Karenanya alam dan dunia ini adalah lautan cinta. Kekuatannya mampu meluluh lantahkan arogansi diri dan kerendahan materi. Maka bukan tanpa alasan seorang Saini KM menuliskan bait-bait terakhirnya dalam puisi Burung Hijau :
Saat kamu tengadah dan dengan tersipu berkata:
‘Memang, yang terbaik dari diri kita layak disatukan.’
Saya pun mabuk karena manis buah berkah, dan melihat:
Malaikat menghapus batas antara dunia dan akhirat.
Ibnu Qoyyim Al jauziyah pernah berkata tentang arti sebuah cinta : ‘Tidak ada batasan cinta yang lebih jelas daripada kata cinta itu sendiri; membatasinya justru hanya akan menambah kabur dan kering maknanya. Maka batasan dan penjelasan cinta tersebut tidak bisa dilukiskan hakikatnya secara jelas, kecuali dengan kata cinta itu sendiri.
Kenyataannya, sejarah Islam mencatat kisah-kisah cinta manusia-manusia langit dengan tinta emas dalam lembaran-lembaran sejarah peradaban. Sebuah sejarah yang mengartikan cinta bukanlah utopia dan angan-angan kosong belaka dalam sebuah potret realita.
Lanjutkan membaca
Komentar