Misteri gunukan tanah hitam

Bisnya terlambat lagi! Ini bukan kali pertama angkutan itu berjalan lamban dan berhenti lama dipersimpangan jalan. Alasannya menanti penumpang, padahal tak ada orang. Sebal, kesal, geram semuanya ku tahan. Daripada dipaksa turun, lebih baik aku diam dan menikmati alunan lagu dari handphone sambil berusaha tidur. Untungnya, aku sampai tidak terlalu malam.

Setelah turun dari bis, aku berjalan menuju kosan yang tak jauh dari sekolah, tempat aku bekerja. Disepanjang jalan berjejer rumah-rumah kecil, warung dan tempat fotocopy, juga beberapa gerobak dagang. Aneh, sudah beberapa kali aku pulang malam, tapi baru kali ini jalanan begitu sepi.

Continue reading

Dua ceplok telor dan restoran mewah

Ada sebuah keluarga, lima orang anak dan sepasang suami istri yang harmonis. Keluarganya tergolong sakinah, damai dan tentram. Sekalipun kondisi ekonominya pas-pasan. Pas laper, pas ada makanan yang pas buat bikin perut kenyang.

Suatu hari si Ayah berkata pada keluarganya saat makan malam bersama, “Besok malam, ayah mau ajak semuanya makan makanan mewah di restoran yang paling mewah”. Seketika, anak beserta istrinya itu pun terkejut sekaligus tidak percaya. Istrinya berkata,”ayah, boro-boro makan di restoran mewah,, besok aja belum tentu makan atau enggak”. Anak-anaknya pun mendukung pernyataan ibundanya itu. Tapi si Ayah tetap teguh dengan pendiriannya, bahwa besok malam sekeluarga makan malam di sebuah restoran yang paling mewah. Lalu, malam harinya, sekeluarga pun melaksanakan shalat tahajjud berjama’ah. Kemudian si Ayah berdo’a, “Ya Allah, ijinkanlah besok malem kami sekeluarga makan malam di restoran yang mewah”.

Continue reading

Ibu, bisa gak yah…

sumber gambar : DuniaPustaka.com Tempat Download Buku Gratis
Seorang anak kecil duduk dipingir trotoar. Kemeja putihnya berwarna kecoklatan karena debu yang tak hentinya beterbangan, menempel di kemeja yang basah oleh keringat. Tubuhnya kecil, hitam tak terawat. Celana pendek warna merah yang selalu ia pakai sejak 3 tahun lalu, saat pertama kalinya masuk dan terdaftar sebagai siswa sebuah sekolah dasar.

Tertunduk layu menatap keranjang bawaannya. Keranjang kecil, isinya beberapa bungkus susu murni titipan seorang peternak sapi. Awalnya ada 30 bungkus, sekarang masih ada 25 bungkus lagi. Tiga bungkus berhasil ia tukar menjadi uang 3ooo rupiah, dan dua lagi sebagai bayaran rasa lelahnya setelah 2 jam berjalan.

Ia tawarkan dagangannya itu setiap ada orang yang lewat didekatnya. Namun, dari begitu banyak orang berdasi, berkemeja rapih, berwajah cantik, tak satupun yang mau menyisihkan 1000 rupiah saja uangnya untuk membeli dagangannya itu. Mereka hanya melirik dengan tatapan merendahkan, tapi ia tak pernah sekalipun merasa layak dibilang orang rendahan.

Ibu bilang, “nak, jangan pernah merasa rendah diri selama yang kamu lakukan itu halal dan bermanfaat untuk orang lain.. dan sekalipun banyak yang merendahkanmu, jangan pernah sekalipun merendahkan orang lain

Setiap kali ia jatuh, lelah dan penat dengan rutinitas hariannya itu, saat itu pula ia selalu teringat nasihat-nasihat ibunda tersayang. Wanita paling paling paling cantik dan baik yang selalu ada kapanpun ia butuh. Ibu mengajarinya sopan santun, menghargai orang lain, tolong menolong, bertahan hidup, juga mengajari berdo’a, mengaji dan sholat. Continue reading

Guruku…

  1. Guru adalah orang yg pekerjaannya (mata pencahariannya, profesinya) mengajar.
  2. Guru sungguh sebuah profesi mulia krn mengajar orang melafal huruf, menyusun kata & merangkai kalimat.
  3. Guru juga mengajarkan berhitung agar mampu menghitung usia, uang & hal-hal yg berkaitan dengan angka.
  4. Pendeknya, guru mengajarkan ‘baca, tulis, hitung’ dengan segala kemampuan yg dimilikinya.
  5. Begitu mulianya pekerjaan para guru. Di jaman dulu dikenal Guru Oemar Bakri. Di jaman skrg ada Ibu Muslimah.
  6. Kisah mereka pun akrab di telinga kita. Guru Bakri dengan sepeda bututnya & Ibu Muslimah dengan Laskar Pelanginya.
  7. Namun, sudahkah para guru mendapatkan balasan setimpal?
  8. Berapa banyak murid yg telah melukai hati para guru dengan ‘mengerjainya?’
  9. Guru-guru diberi atribut & panggilan yg dikreasikan dgn sangat tidak sopan oleh para muridnya.
  10. Ada ‘guru killer’, ‘guru herder’, ‘guru Dono’ (krn giginya tonggos), ‘guru Boneng’, ‘guru genit’, ‘guru …’
  11. Continue reading

Celotehan selagi hujan sore-sore…

Saya sering kali beranggapan bahwa “Motivator itu Cuma bisa membual, kalau sudah dilapangan, cuma teori yang keluar, aksinya nol besar!!”. Mungkin anggapan ini tidak berlaku untuk beberapa motivator yang sukses dalam memberikan suntikan motivasi untuk klien dan lebih sukses memberikan motivasi untuk dirinya sendiri. Tapi, ada banyak sekali motivator di lapangan yang lancar dan pintar dalam berkata, bercerita, memotivasi orang lain, tapi ia gagal total memotivasi dirinya sendiri.

Setelah menemukan beberapa motivator yang gagal memotivasi dirinya sendiri, saya jadi malas ikutan lagi seminar motivasi. Karena, banyak sekali peserta yang saat seminar begitu berbinar-binar, penuh semangat, serasa seperti baru lagi. Tapi, seminggu atau beberapa hari setelah itu mereka pun kembali menjadi diri mereka yang lalu.

Lama sudah saya tidak ikut seminar motivasi, atau training motivasi. Saya lebih memilih belajar sendiri, melihat dan membaca lingkungan, sharing dan mengobrol dengan mereka yang sukses beneran, melihat teman-teman dekat yang sukses duluan, mengumpulkan foto-foto fenomenal yang bisa membangkitkan semangat dalam diri ini. Sesekali nonton atau sekedar mendengarkan rekaman ceramah ustadz ternama, tentang indahnya sedekah, keyakinan pada-Nya, dan kekuatan ikhtiar. Perlahan tapi pasti benih-benih semangat pun mulai tumbuh dan berkembang.

Continue reading